Rabu, 07 Jul 2021 11:07 WIB

4 Cara Mengobati Anosmia, Gejala Hilang Penciuman pada Pasien COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
5 Gejala COVID-19 Terkait Makanan Menurut Keluhan Pasien Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/artursfoto)
Jakarta -

Beberapa pasien COVID-19 mengalami gejala berupa kehilangan kemampuan mencium, atau yang disebut sebagai anosmia. Gejala ini kerap membuat pasien juga tak bisa mengecap rasa makanan sehingga menurunkan nafsu makan. Lantas, bagaimana cara mengobati anosmia?

"Sebagian besar orang berpikir, rasa berkaitan dengan lidah dan mulut. Namun, bau berkontribusi besar pada rasa. Jika Anda kehilangan indera penciuman, Anda akan kehilangan indera perasa," kata dokter spesialis penyakit dalam dan penyakit menular dengan NewYork-Presbyterian Medical Group Westchester, dr David Goldberg, dikutip dari Healthline, Rabu (7/7/2021).

Kabar baiknya, beberapa ahli percaya bahwa anosmia adalah indikasi penyembuhan dari COVID-19. Sebuah penelitian menunjukan, anosmia adalah proses indera penciuman beregenerasi. Indera ini salah menafsirkan koneksi tertentu sehingga terjadi perubahan indera penciuman dan rasa.

Lalu, bisakah gejala hilang penciuman dan perasa ini dikembalikan? Bagaimana cara mengobati anosmia agar nafsu makan baik kembali?

1. Melatih penciuman dengan minyak kayu putih

Kini, banyak masyarakat 'menyetok' minyak kayu putih di rumah sebagai antisipasi terhadap infeksi virus Corona. Dikutip dari Times of India, minyak kayu putih memang bisa digunakan untuk melatih penciuman, khususnya pada pasien COVID-19 yang mengalami anosmia.

Caranya, coba endus minyak kayu putih berulang kali selama 30 detik. Lakukan hal ini sekitar 2 kali dalam seminggu. Jika tidak ada minyak kayu putih, bisa menggunakan makanan seperti jeruk, lemon, atau minyak beraroma tinggi lainnya. Dipercaya, langkah ini bisa melatih otak untuk kembali mengenali rasa dan bau.

2. Selektif soal makanan

Pada beberapa pasien, anosmia amat mengganggu lantaran selain bikin tak nyaman, juga menghilangkan nafsu makan. Padahal, asupan makanan adalah bekal penting untuk memulihkan kondisi tubuh.

Mengatasinya, perbanyak konsumsi buah-buahan dengan rasa dan aroma yang kuat. Selain melatih indera pencium dan pengecap, langkah ini bisa membantu pemulihan pasien dari COVID-19 dan memperkuat kekebalan. Jika bosan dengan buah potongan, buah-buahan bisa diolah menjadi smoothie dan jus.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]