Rabu, 14 Jul 2021 06:30 WIB

e-Life

Tips Olahraga di Rumah Tanpa Ribet

dtv - detikHealth
Jakarta -

Pandemi COVID-19 mau tidak mau membangkitkan kesadaran banyak orang mengenai kesehatan. Salah satu kebiasaan yang mulai muncul adalah kegiatan olahraga di rumah.

Berbeda dengan berolahraga di tempat umum seperti gym atau fitness center, beberapa kendala yang ditemukan saat berolahraga di rumah adalah terbatasnya alat serta kesulitan untuk membangun motivasi berolahraga.

Untuk mengatasi hal ini, Certified Fitness Coach Regina Stefani menyarankan agar menemukan olahraga yang digemari terlebih dahulu.

"Aku selalu merekomendasikan cari dulu exercise yang memang kamu enjoy. Misalnya sukanya dance, atau memang sukanya jogging, sukanya yoga, pilates, lakuin dulu itu," kata Regina di acara e-Life detikcom.

Olahraga juga seharusnya bisa berkelanjutan dan menjadi bagian dari gaya hidup, sehingga perlu kedisiplinan dalam menjalaninya.

"Kalau bisa nih, buat jadwal. Itu adalah sebuah strategi merencanakan jadwal latihan yang karena sudah direncanakan jadi mau nggak mau yuk kita lakuin gitu. Bisa juga strategi lainnya itu dengan ngajak teman. Ngajak teman, jadi mau nggak mau nih udah janjian nih sama temannya," jelas Regina.

Akan tetapi, motivasi terkuat harusnya datang dari keinginan untuk sehat. Menurut Regina, apabila seseorang sudah menerapkan mindset untuk sehat, persoalan membangun mood saat hendak berolahraga tidak akan jadi masalah besar lagi.

Kombinasi olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang dapat melatih fungsi jantung (aerobik), serta melatih fungsi sendi dan otot (anaerobik). Olahraga aerobik yang bisa menaikkan detak jantung (heart rate) bisa berupa jogging maupun skipping. Sedangkan olahraga anaerobik bisa dilakukan dengan angkat beban. Kedua jenis olahraga ini harus dipenuhi sesuai dengan porsinya masing-masing untuk menunjang kesehatan tubuh yang maksimal.

Tak perlu khawatir mengenai alat olahraga yang terbatas di rumah. Regina menyarankan untuk berinvestasi pada alat seperti dumbbell. Akan tetapi jika tidak memiliki dumbbell di rumah, latihan beban bisa dilakukan dengan botol air mineral yang memiliki berat kira-kira 0,5 kg.

Latihan beban juga dapat dilakukan dengan berat badan sendiri, melalui gerakan-gerakan seperti squat, push up, dan gerakan lain yang spesifik menyasar otot besar tubuh.

"Sebenarnya latihan beban itu nggak perlu alat, bisa dengan menggunakan berat badan sendiri. Selama gerakannya sudah paham ya, kayak otot-ototnya digunakan apa aja, dan gerakan yang baik itu seperti apa, gitu. Jadi, nggak ada alasan sih sebenarnya untuk mulai," kata Regina.

Sebelum berolahraga, Regina juga menyarankan untuk selalu "mendengarkan" kondisi tubuh sendiri. Apabila tubuh dirasa tidak fit, maka intensitas olahraga tidak perlu dipaksa maksimal.

"Karena kita nggak mau, kalau misal kondisi kita lagi nggak fit, kita paksain olahraga, dan kita maksimalin malah ntar bertolak belakang hasilnya. Yang tadinya kita mau meningkatkan imun tubuh, yang ada kita malah sakit. Kalau misalnya kita sakit dan malah parah penyakitnya, kita malah mengganggu aktivitas kita ke depannya," tutur Regina.

Intensitas olahraga yang dibutuhkan tubuh juga bisa jadi sangat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Apabila seseorang masih dalam kategori pemula, tidak disarankan untuk langsung melakukan olahraga dengan intensitas berat demi menghindari cedera yang dapat mengganggu aktivitas harian.

Olahraga dapat dikatakan maksimal ketika performa sudah mulai menurun, atau ketika level energi sudah dirasa berkurang. Perlu diperhatikan juga bahwa setiap kali olahraga tidak perlu selalu dilakukan secara all-out.

"Aku sendiri lebih menyarankan teman-teman untuk ikutin satu program latihan. Entah latihan dengan fitness coach, atau memang sudah membuat program latihan sendiri. Supaya tahu, oh kemampuanku segini, dan ini masih oke. Misalnya hari berikutnya atau minggu berikutnya ditambah lagi porsi latihannya. Jadi tahu, oke maksimalku segini. Itu dulu sih, karena kalau setiap kali latihan kita all out, kita capek-capek dan nggak berdaya, ingat kita masih ada aktivitas lainnya," jelas Regina.

Untuk mendapatkan manfaat olahraga yang utama, yaitu kesehatan, gaya hidup yang sehat juga tidak boleh luput diperhatikan.

"Ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, pola makan gizi seimbang, ada karbohidrat, lauk, sayur, dan buah. Kedua, perbaiki kualitas tidur. Ini penting karena di sini terjadi perbaikan sel-sel yang rusak. Kita habis latihan, perbaikan ototnya di situ. Kita lagi sakit atau kita lagi nggak fit, kita habis makan langsung diperbaikinya ketika tidur. Ketiga, baru olahraga yang teratur untuk mengasah fungsi jantung, serta fungsi otot dan sendi," tutup Regina.

(gah/gah)