Rabu, 14 Jul 2021 14:20 WIB

Bakal Masuk RI, Vaksin Sputnik V Diklaim Efektif Lawan COVID-19 Varian Delta

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
A medical worker moves a box of Russias Sputnik V coronavirus vaccine out from a refrigerator prior to administering a vaccination in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin) Vaksin Sputnik V. (Foto: AP/Pavel Golovkin)
Jakarta -

Kabar baik, vaksin Sputnik V asal Rusia yang segera mendapat izin penggunaan darurat (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diklaim efektif melawan varian baru Corona, termasuk varian Delta.

Klaim tersebut berdasarkan penelitian Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology Rusia yang diterbitkan dalam jurnal medis internasional terkemuka pada 12 Juli.

Para peneliti menemukan vaksinasi Sputnik V mampu menghasilkan titer antibodi pada varian baru Corona Alpha, Beta, Gamma, dan yang paling penting varian Delta. Varian yang diyakini memicu gelombang baru COVID-19 di sejumlah negara termasuk India.

"Tes yang dilakukan oleh Pusat Gamaleya telah menunjukkan efektivitas vaksin Sputnik V terhadap strain baru, yang lebih berbahaya dan menular, tetap lebih tinggi daripada banyak vaksin lainnya," demikian klaim CEO RDIF Kirill Dmitriev.

Penelitian Gamaleya Research Institute mempelajari virus-neutralizing activity (VNA) atau respons imun yang dihasilkan oleh vaksin Sputnik V berbasis adenovirus. Studi ini melibatkan penggunaan virus hidup, yang menurut RDIF akurasi hasil studi bisa diandalkan.

Para peneliti kemudian membandingkan respons imun yang dihasilkan vaksin Sputnik V terhadap varian baru dengan respons yang dihasilkan terhadap varian leluhur B.1.1.1 atau (C.37 atau Lambda) dari SARS-CoV-2. Ini dilakukan dengan mendapatkan serum (serum darah) dari individu yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin Corona Sputnik V.

"RDIF akan terus mendukung studi lebih lanjut tentang kemanjuran Sputnik V terhadap galur baru sambil juga menganalisis peluang untuk bermitra dengan produsen vaksin terkemuka lainnya untuk mengembangkan koktail vaksin menggunakan suntikan pertama Sputnik V," kata CEO RDIF Kirill Dmitriev.

Sementara, Direktur Pusat Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya Alexander Gintsburg mengklaim, vaksin Sputnik V adalah vaksin COVID-19 yang paling efektif melawan varian baru Corona.

Vaksin Sputnik V diketahui sudah digunakan di 67 negara di dunia, dengan total populasi lebih dari 3,5 miliar. Beberapa di antaranya ialah Meksiko, Argentina, Serbia, Bahrain, Hongaria, San-Marino.

"Menunjukkan bahwa Sputnik V adalah salah satu vaksin teraman dan paling efektif melawan virus Corona," jelas Alexander.



Simak Video "Serba-serbi Sputnik-V yang Sudah Dapat EUA BPOM"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)