Rabu, 14 Jul 2021 15:39 WIB

Tak Kebagian Obat Isoman COVID-19? Tak Perlu Panik, Ini Pesan Ahli Farmasi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tingginya kasus Corona (COVID-19) di Indonesia membuat permintaan obat-obatan dan vitamin meningkat. Warga rela antre ke apotek demi membeli kebutuhan. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia membuat obat-obat penting yang dibutuhkan untuk isolasi mandiri (isoman) langka di pasaran. Sulit sekali menemukannya, baik di apotek, e-commerce, maupun layanan telemedicine.

Menanggapi kondisi tersebut, guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Apt Zullies Ikawati mengingatkan untuk tidak panik. Pasalnya, COVID-19 adalah penyakit akibat virus yang sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya meski tanpa konsumsi obat tertentu sebagaimana yang kini marak diborong masyarakat.

"Penyakit ini kan penyakit karena virus, yang sebetulnya sih bisa sembuh sendiri kayak flu. Itu kan bisa sembuh sendiri, sehingga yang harus dikuatkan adalah sistem imun," ujarnya saat dihubungi detikcom, Rabu (14/7/2021).

"Untuk menguatkan sistem itu kan banyak cara. Di samping menggunakan vitamin, itu juga dari makanan yang sehat, istirahat yang cukup, kemudian berjemur untuk mendapatkan tambahan vitamin D. Kemudian jangan cemas karena cemas bisa mempengaruhi sistem imun," lanjutnya.

Ia tak memungkiri, kondisi kekosongan obat di sejumlah telah memicu kepanikan. Ia mengingatkan, langkah pertama yang perlu dilakukan pasien COVID-19 adalah tetap tenang. Sebab, obat antivirus tidak wajib dikonsumsi khususnya pada pasien COVID-19 bergejala ringan yang masih bisa menjalani isoman.

"Sistem imun sangat bisa dipengaruhi faktor psikologis. Karena kaitannya sama kekosongan obat, pasien-pasien dengan kondisi ringan itu biasanya nggak harus menggunakan antiviral. Sementara itu, antiviral, yang biasanya selalu tersedia, mungkin (sekarang) barangnya nggak ada, seperti Oseltamivir," imbuh Prof Zullies.

Ia menyarankan penggunaan alternatif bahan herbal, seperti madu, kunyit, atau empon-empon.

Menurutnya, bahan baik apa pun yang membuat pasien nyaman dan mensugestikan tubuh fit tak salahnya dikonsumsi. Tentunya, dibarengi dengan langkah waspada, seperti rutin mengecek saturasi oksigen dan memantau kondisi tubuh.

"Kayak kunyit, empon-empon, nggak apa-apa, dipakai saja. Selama itu bisa mensugesti lebih segar. Karena beberapa herbal bisa melegakan pernapasan, silakan saja. Kita bisa gunakan berbagai sumber," ujarnya.



Simak Video "Pfizer Klaim Obat Covid-19 Buatannya Turunkan Rawat Inap-Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)