ADVERTISEMENT

Jumat, 16 Jul 2021 12:36 WIB

Peneliti Sinovac Bicara soal Efektivitas Vaksinnya Lawan COVID-19 Varian Delta

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Seorang vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac saat vaksinasi COVID-19 massal di Holy Stadium Marina, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2021). Sentra Vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan Pemkot Semarang dengan target enam sampai tujuh ribu penerima vaksin per hari itu akan berlangsung tiga hingga empat bulan ke depan guna mempercepat program pemerintah untuk mencapai kekebalan komunal menuju Indonesia sehat bebas COVID-19. ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj. Foto: ANTARA FOTO/AJI STYAWAN
Jakarta -

Munculnya virus Corona varian Delta memunculkan pertanyaan apakah vaksin yang digunakan saat ini efektif melawan varian tersebut. Terlebih data menunjukkan varian Delta yang pertama kali ditemukan di India itu lebih cepat penularannya.

Pengembang vaksin di seluruh dunia tengah melakukan penelitian terhadap efektivitas vaksin buatannya terhadap varian Delta. Bagaimana dengan vaksin Sinovac?

Para peneliti di China mengatakan vaksin Sinovac masih efektif dalam mengurangi risiko kasus simptomatik dan gejala parah yang disebabkan oleh varian Delta. Ini membuat vaksin tersebut membantu respons kekebalan untuk melawan varian Delta.

Hal ini didasarkan pada analisis infeksi di kota Guangzhou, dan Zhong. Vaksin Sinovac masih bisa memberikan perlindungan, karena tidak satu pun dari mereka yang divaksinasi di provinsi Guangdong selatan, di mana kasus pertama varian Delta di China ditemukan, mengalami gejala parah.

Semua kasus yang parah berasal dari orang yang tidak divaksinasi.

Juru bicara Sinovac Liu Peicheng mengatakan kepada Reuters hasil awal efektivitas Sinovac terhadap varian Delta berdasarkan sampel darah dari mereka yang divaksinasi, menunjukkan pengurangan tiga kali lipat dalam efek penetral terhadap Delta.

"Suntikan booster dapat dengan cepat menimbulkan reaksi antibodi yang lebih kuat dan tahan lama terhadap varian Delta," beber Peicheng.

Kemunculan varian Delta ini juga membuat beberapa negara seperti Thailand dan Indonesia berencana menyuntikkan vaksin dosis penguat kepada tenaga kesehatan untuk melindungi mereka dari infeksi COVID-19.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT