Jumat, 16 Jul 2021 14:40 WIB

IDI: Faskes RI Hadapi 'Functional Collapse', Nakes Digempur Terus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut (K) Muhammad Arifin mengatakan tidak akan mengurangi jumlah tenaga kesehatan selama masa Lebaran 2021, hal tersebut untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 dari masyarakat yang tetap melakukan mudik meski adanya larangan pemerintah sama seperti periode tahun lalu. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengungkap kondisi COVID-19 di Indonesia tengah 'functional collapse'. Artinya, secara fungsi fasilitas kesehatan sudah di fase kolaps.

Misalnya, jumlah tenaga kesehatan yang mulai terbatas hingga pasokan obat dan stok alat kesehatan lainnya yang juga perlu terus ditambah karena permintaan yang membludak. Sementara, menurut dia, fasilitas kesehatan seperti tempat tidur masih bisa ditambah contohnya pemasangan tenda-tenda untuk merawat pasien COVID-19.

"Kondisi saat ini memang kondisi yang benar-benar cukup mengkhawatirkan, saya selalu sampaikan, bahwa kita dalam kondisi yang dihadapkan dengan functional collapse, bukan structural collapse," sebut Adib dalam konferensi pers dalam kanal YouTube, PERSI Jumat (16/7/2021).

"Karena IGD-nya masih ada, bisa dibuat tenda, bisa ditambah tempat tidur, tapi secara functional collapse, functional dalam konteks SDM, functional dalam konteks alat kesehatan, functional dalam kaitan oksigen obat dan sebagainya," sambungnya.

Maka dari itu, ia mendesak pemerintah perlu memikirkan regulasi terkait kondisi COVID-19 yang mengkhawatirkan, demi menekan jumlah pasien COVID-19 tak terus meningkat. Hal ini dikarenakan para tenaga kesehatan pun seperti sudah tak ada relaksasi.

"Jadi yang kita intervensi adalah melalui suatu kebijakan agar sisi functional tidak kolaps mulai dari sumber pemberdayaan kemudian memberikan akses kepada masyarakat supaya flownya (kasus) tidak terlalu banyak," beber dia.

"Karena perlu ada upaya juga bagaimana teman-teman nakes di faskes ini ada fase yang mereka bisa relaksasi, kalau sekarang mereka digempur terus. Dengan kondisi yang saat ini harus ada upaya-upaya dari sisi regulasi harus, ada percepatan regulasi," tutur Adib.

Adib meminta regulasi yang dibuat harus cepat dan menyesuaikan dengan kondisi perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia saat ini.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)