Jumat, 16 Jul 2021 12:00 WIB

Curhat Pasien Isoman COVID-19, Obat Gratis Kemenkes Susah Didapat!

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tingginya kasus Corona (COVID-19) di Indonesia membuat permintaan obat-obatan dan vitamin meningkat. Warga rela antre ke apotek demi membeli kebutuhan. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Pemerintah menyediakan paket obat dan vitamin gratis untuk pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman), termasuk di Jabodetabek yamg menjadi pilot project telemedicine Kementerian Kesehatan. Namun, sejumlah pasien COVID-19 mengeluh tak kunjung mendapat notifikasi WhatsApp meski sudah melakukan swab PCR di laboratorium yang berafiliasi dengan Kemenkes, sebagaimana yang disyaratkan.

Salah satunya, dialami oleh Dwi, pria asal Jakarta Selatan. Pada 5 Juli 2021, ia dan keluarganya melakukan tes PCR di laboratorium SWAB AJA, salah satu tempat pemeriksaan yang berafiliasi dengan Kemenkes.

Pada 6 Juli 2021, hasil PCR menunjukkan Dwi dan sekeluarga positif COVID-19. Langkah pertama, ia langsung melapor ke pengurus RT. Hingga kini, ia tak kunjung mendapat notifikasi via WhatsApp dari Kemenkes terkait pemberian paket obat gratis. Ia kemudian berinisiatif mengontak nomor Kimia Farma Jakarta Selatan, namun juga tak ada balasan hingga hari ini.

"Sudah coba WhatsApp ke Kimia Farma yang pernah ada di podcast-nya om Deddy Corbuzier ataupun media lain tentang obat untuk isoman. Tapi nihil juga karena tidak ada notifikasi WhatsApp dari Kemenkes yang centang hijau," ujarnya pada detikcom, Jumat (16/7/2021).

"Sepertinya tidak berjalan sesuai yang dibilang oleh Kemenkes. Bagaimana kita mau telemedicine apalagi dikirim obat, notifikasi saja nggak ada," lanjutnya.

Dwi menjelaskan, kini kondisinya dan keluarga sudah jauh membaik. Ia masih masih menjalani isoman sembari menunggu virus benar-benar hilang. Namun ia menyayangkan, keluhannya ini tak kunjung digubris oleh Kemenkes sebagaimana program pembagian paket obat gratis yang diinformasikan.

Dari sisi pemerintah

Dalam acara peluncuran paket obat isoman COVID-19, Presiden Joko Widodo menyebut, terdapat 300 ribu paket obat yang akan dikirimkan untuk pasien COVID-19 isoman di Jawa-Bali. Paket tersebut terbagi menjadi 3 jenis, diperuntukan pasien tanpa gejala (OTG), bergejala ringan, dan sedang.

"Pasokannya disiapkan oleh menteri BUMN yang diproduksi oleh BUMN farmasi dan kemudian pendistribusiannya ini nanti dikoordinasikan oleh panglima TNI yang nanti tentu saja akan berkoordinasi dengan Pemda sampai pemerintah desa maupun melibatkan Puskesmas babinsa dan pengurus RT RW," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Sementara itu, Kementerian Kesehatan juga membuka layanan konsultasi online bekerja sama dengan 11 platform telemedicine. Layanan ini juga menyediakan paket obat gratis untuk isoman COVID-19 tetapi masih terbatas untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).



Simak Video "Alasan Badan Obat AS Belum Restui Ivermectin Dipakai untuk Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)