Jumat, 16 Jul 2021 17:30 WIB

Cara Menggunakan Oximeter, Alat Wajib Pasien COVID-19 Saat Isoman

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Woman hand introduced in a oximeter to check oxygen levels and pulse because Covid-19 pandemic Oximeter untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Juanmonino)
Jakarta -

Oximeter menjadi alat yang wajib dimiliki pasien COVID-19 ketika menjalani isolasi mandiri. Namun, tak sedikit di antara mereka yang masih belum mengerti cara menggunakan oximeter.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), oximeter berfungsi untuk memantau saturasi oksigen dalam darah pasien. Pasalnya, COVID-19 dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen secara tiba-tiba, sehingga penting bagi setiap pasien untuk memiliki alat ini.

"Hal lain dalam pedoman yang baru adalah bahwa pasien COVID-19 di rumah harus menggunakan oksimetri nadi, yang mengukur kadar oksigen, sehingga Anda dapat mengidentifikasi apakah di rumah kondisinya memburuk, atau akan lebih baik dirawat di rumah sakit," kata Juru bicara WHO Margaret Harris di Jenewa, dikutip dari Reuters.

Cara menggunakan oximeter cukup mudah, yakni hanya dengan memasangnya di salah satu jari tangan. Kemudian oximeter akan mengukur gelombang cahaya yang dipantulkan aliran darah.

Dalam beberapa saat, alat ini akan menunjukkan tingkat saturasi oksigen dalam darah. Hasil pengukurannya akan terlihat dalam satuan persen.

Berikut saturasi oksigen yang normal jika diukur dengan oximeter.

  • Saturasi oksigen di dalam darah normal: 95-100 persen
  • Saturasi oksigen di dalam darah rendah: kurang dari 95 persen.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan oximeter, di antaranya sebagai berikut.

1. Pewarna kuku

Pewarna kuku dapat mempengaruhi efektivitas kerja oximeter. Pasalnya, warna dari cat kuku dapat menyerap cahaya yang dipancarkan oleh oximeter, sehingga mengganggu pendeteksian saturasi oksigen dalam darah.

2. Pergerakan tangan

Jangan banyak bergerak ketika menggunakan oximeter, karena ini bisa mempengaruhi hasil pendeteksiannya. Pasalnya, bentuk gelombang yang dideteksi akan menjadi tidak menentu dan hasilnya menjadi tidak akurat.

3. Cahaya berlebihan

Terakhir, paparan cahaya secara berlebihan saat menggunakan oximeter juga bisa menyebabkan hasil yang tidak akurat. Oleh karena itu, sebaiknya oximeter digunakan dalam keadaan minim cahaya agar dapat bekerja maksimal.

Jadi di atas adalah beberapa cara menggunakan oximeter yang perlu diperhatikan. Apabila tingkat saturasi oksigen di bawah 95 persen, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.



Simak Video "Cara Menggunakan Oximeter untuk Pasien Isoman COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)