Minggu, 18 Jul 2021 07:37 WIB

Tanggapan Dr Faheem Soal Efikasi Sinovac Vs Pfizer, Mana yang Lebih Efektif?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 massal masih terus digencarkan di Indonesia. Tak hanya sasar orang dewasa, vaksinasi COVID-19 juga sasar anak usia 12 hingga 17 tahun Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) baru saja memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Pfizer. Vaksin buatan Amerika Serikat ini disebut memiliki efikasi sebesar 95,5-100 persen.

Angka ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan dua vaksin besutan China, yaitu Sinovac dan Sinopharm, dengan efikasi sebesar 60-70 persen. Lalu, mana yang lebih efektif?

"Jadi, ada kemungkinan bahwa memang Sinovac atau Sinopharm tidak seefektif Pfizer. Belum ada penelitian yang melihat dua-duanya secara kompetisi atau ditandingkan dan mendapat data (efektivitas) antara Sinovac vs Pfizer seperti apa," jelas Dr Faheem Younus, pakar penyakit menular dari University of Maryland Upper Chesapeake Health, Amerika Serikat dalam diskusi daring, Sabtu (17/7/2021).

Namun, Dr Faheem mengatakan data yang ada saat ini memang menunjukkan bahwa vaksin Sinovac atau Sinopharm tidak seefektif Pfizer. Meski begitu, ia menegaskan masyarakat tetap harus melakukan vaksinasi.

"Tetapi, data yang ada saat ini menunjukkan bahwa memang ada kemungkinan tidak seefektif Pfizer. Tetapi, kalau adanya cuma Sinovac atau Sinopharm ya tetaplah vaksin dengan itu," tegasnya.

Menurutnya, vaksin bekerja seperti sabuk pengaman. Meski tidak 100 persen melindungi, paling tidak vaksin akan melindungi tubuh dari dampak buruk yang disebabkan virus Corona.

Dr Faheem juga mengingatkan orang-orang yang telah menerima dua dosis vaksin untuk tidak merasa kebal. Ia menyarankan untuk tetap menjauhi kerumunan atau tempat-tempat yang berisiko terpapar COVID-19.

"Dan sesudah divaksin, janganlah ke tempat-tempat yang dapat memaparkan COVID-19 dan janganlah berkerumun karena merasa sudah vaksin 2 kali jangan merasa kebal," kata Dr Faheem.

"Tetap harus mengambil langkah aman, karena kita sudah tahu bahwa efektivitas Sinovac atau Sinopharm hanya 60-70 persen," tuturnya.



Simak Video "Dr Faheem Younus Soroti Penurunan Kasus Covid-19 di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)