Senin, 19 Jul 2021 16:00 WIB

dr Faheem Wanti-wanti Bahaya Asal Minum Antibiotik saat Isoman COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
ilustrasi obat Ilustrasi obat. (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Kebutuhan obat-obatan meningkat seiring lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Namun, tak semua obat yang sempat viral dianjurkan pada pasien COVID-19 khususnya yang menjalani isolasi mandiri (isoman), aman digunakan. Misalnya, antibiotik seperti azithromycin justru bisa membahayakan jika sembarangan dikonsumsi pasien COVID-19.

Pakar penyakit menular Amerika Serikat, dr Faheem Younus menegaskan, obat antibiotik ini tidak boleh dikonsumsi sebagai pengobatan COVID-19. Pasalnya, antibiotik melawan bakteri, sementara COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan virus.

Pada penggunaan jangka waktu tertentu, obat antibiotik bisa menimbulkan efek samping yang mirip dengan gejala COVID-19. dr Faheem khawatir, pasien COVID-19 yang salah pakai antibiotik nantinya tidak bisa membedakan, apakah gejala yang dialaminya adalah infeksi COVID-19 atau efek samping obat.

"93 persen pasien COVID-19 tidak membutuhkan obat antibiotik, karena antibiotik membunuh bakteri, sementara COVID-19 disebabkan virus," terang dr Faheem dalam diskusi daring, Sabtu (17/7/2021).

"Masalah penggunaan antibiotik adalah, ketika ini menimbulkan semacam efek samping jadi Anda akan mengalami masalah B di atas masalah A (yaitu) ketika Anda berhenti mengonsumsi antibiotik, Anda tidak bisa mengenali mana efek samping antibiotik dan mana gejala COVID-19," lanjutnya.

dr Faheem menambahkan, jika antibiotik digunakan sembarangan untuk mengobati COVID-19, justru bisa menyebabkan resistensi atau kondisi antibiotik tidak bisa bekerja lagi secara efektif pada tubuh.

"Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak (obat antibiotik), itu bisa menimbulkan resistensi. Artinya, ketika Anda membutuhkan antibiotik untuk membunuh bakteri 2 tahun ke depan, obat itu tidak akan bekerja," beber dr Faheem.

Ia menegaskan, masyarakat tak perlu fokus pada hal-hal yang sebenarnya tidak berguna terkait penyembuhan COVID-19. Seperti mengonsumsi antibiotik azithromycin hingga obat ivermectin, apalagi jika dilakukan sendiri tanpa anjuran dokter atau rumah sakit.

"Please, please, please. Jangan mulai mengonsumsi obat-obatan tersebut karena jika Anda tidak membutuhkannya, konsumsi obat tersebut akan lebih banyak menimbulkan bahaya daripada manfaat," pungkas dr Faheem.

Simak video 'Edukasi yang Tepat Bikin Masyarakat Percaya Vaksinasi COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/naf)