Kamis, 22 Jul 2021 06:06 WIB

Round Up

BPOM Larang Keras Promosi Ivermectin, Pertegas Statusnya untuk COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ivermectin is not a brand name: it is the generic term for the drug. Foto: Getty Images/iStockphoto/RapidEye
Jakarta -

Sempat muncul kesimpangsiuran soal kabar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat Ivermectin untuk COVID-19. Ditegaskan, Ivermectin masih terdaftar sebagai antiparasit alias obat cacing.

Dalam keterangan resmi, BPOM menyebut EUA diberikan pada suatu obat apabila khasiat dan keamanannya telah dibuktikan melalui uji klinik yang baik. Ivermectin sendiri saat ini tengah menjalani uji klinis untuk COVID-19.

Penggunaan Ivermectin untuk COVID-19 di luar uji klinis dimungkinkan melalui skema perluasan penggunaan khusus atau expanded Access Program (EAP). Berbeda dengan EUA yang dikeluarkan untuk industri, EAP diberikan kepada kementerian/lembaga penyelenggara urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

"Mengingat Ivermectin adalah obat keras dan persetujuan EAP bukan merupakan persetujuan Izin Edar, maka ditekankan kepada Industri Farmasi yang memproduksi obat tersebut dan pihak manapun untuk tidak mempromosikan obat tersebut, baik kepada petugas kesehatan maupun kepada masyarakat," tulis BPOM, Rabu (21/7/2021).

Pengawasan dilakukan karena ada potensi penyalahgunaan. Karenanya, pemilik persetujuan dan penyedia obat EAP wajib melakukan pemantauan farmakovigilans dan pelaporan kejadian tidak diinginkan (KTD) maupun efek samping obat (ESO), serta melakukan pencatatan dan pelaporan setiap bulan terkait pengadaan, penyaluran, dan penggunaan Obat EAP kepada Badan POM.



Simak Video "Sederet Efek Samping Berbahaya dari Penggunaan Obat Ivermectin"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)