Kamis, 22 Jul 2021 07:31 WIB

Studi Terbaru Vaksin Pfizer-AstraZeneca, Masih Efektif Lawan Varian Delta?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Varian Delta atau B1617.2 yang pertama kali ditemukan di India lebih mudah menular. Sejumlah pihak menyebut varian Corona inilah biang kerok lonjakan kasus COVID-19 besar-besaran di Indonesia kini. Namun kabar baiknya, studi terbaru menunjukan 2 dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca atau Pfizer efektif melawan varian Delta.

Dalam riset yang dipublikasi oleh New England Journal of Medicine, Rabu (21/7/2021), disebutkan bahwa 1 dosis memang belum memberikan perlindungan cukup tinggi dari varian ini. Namun lain halnya jika suntikan telah diberikan 2 kali, tingkat perlindungan bisa meningkat berkali-kali lipat.

Sebelumnya, Public Health England (PHE) sempat menyebut, 1 dosis dari masing-masing vaksin COVID-19 tersebut hanya memiliki efektivitas sebesar 33 persen dalam mencegah gejala berat akibat infeksi varian Delta.

Namun berdasarkan penelitian yang dilaksanakan sejak Mei 2021, 2 dosis suntikan vaksin COVID-19 Pfizer memiliki efektivitas 88 persen mencegah penyakit COVID-19 bergejala akibat varian Delta. Sebagai perbandingan, terhadap varian Alpha atau B117 asal Inggris, efektivitasnya setinggi 93 persen.

Sedangkan pada vaksin AstraZeneca, tercatat efektivitas terhadap varian Delta setinggi 67 persen, atau 60 persen lebih tinggi dibanding laporan sebelumnya. Sedangkan terhadap varian Alpha, AstraZeneca efektif 74,5 persen.

"Hanya berbeda tipis dalam hal efektivitas vaksin yang dicatat terhadap varian Delta, serta perbandingannya dengan varian Alpha setelah pasien menerima 2 dosis vaksin," tulis peneliti Public Health England dalam publikasinya, dikutip dari Reuters, Kamis (22/7/2021).

Dalam riset tersebut juga dipaparkan, 1 dosis vaksin Pfizer hanya memiliki efektivitas sebesar 36 persen terhadap varian Delta, sementara 1 dosis AstraZeneca sekitar 30 persen.

"Temuan kami tentang penurunan efektivitas dosis pertama akan mendukung upaya untuk memaksimalkan penyerapan vaksin dengan dua dosis terhadap varian Delta, terutama di antara kelompok rentan," imbuh peneliti.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)