Kamis, 22 Jul 2021 14:30 WIB

Hoax COVID-19 Bertebaran, Curigai Pesan Panjang 'Ada Bold-bold-nya'

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Portrait surprised young girl from message on smartphone in brightly yellow sweater, isolate on a violet background Foto: Getty Images/iStockphoto/Anatoliy Sizov
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung 1,5 tahun telah banyak menghadirkan stres dalam keseharian. Salah satu upaya untuk mengurangi beban mental tersebut adalah dengan menghindari hoax!

"Jangan termakan oleh berita-berita hoax. Itu bisa mempengaruhi mental juga," pesan Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi yang juga mantan direktur WHO Asia Tenggara, dalam IG Live d'Talk bersama detikcom, Kamis (22/7/2021).

Menurut Prof Tjandra, hoax yang bertebaran juga bisa memicu stres di tengah banyaknya informasi yang serba tidak menyenangkan. Ia menyarankan untuk memilah informasi yang benar-benar terpercaya saja.

"Kalau di WhatsApp agak lebih mudah kalau mau jujur. Begitu beritanya panjang, panjang banget, dengan cerita bahasa Indonesia panjang banget, kita sudah mesti curiga lah. Ini bener nggak sih?" tutur Prof Tjandra.

"Apalagi ada bold-bold-nya," lanjutnya, merujuk pada cetak tebal yang berlebihan, khas broadcast viral yang meresahkan.

Agar tidak mudah termakan hoax, Prof Tjandra menyarankan untuk lebih memilih informasi dari sumber terpercaya. Bisa dari pemerintah, WHO, atau dari situs berita yang memang terpercaya.

"(Pesan panjang dan ada bold-bold-nya) belum tentu itu salah ya," tandasnya.



Simak Video "Cara Mudah Jaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)