Kamis, 22 Jul 2021 20:15 WIB

18 Ibu Hamil di Boyolali Meninggal karena COVID-19 Sepanjang 2021

Ragil Ajiyanto - detikHealth
Silhouette of pregnant woman Foto: iStock
Boyolali -

Sebanyak 18 ibu hamil di Boyolali meninggal dunia karena Corona atau COVID-19. Kejadian ini menambah jumlah kematian ibu di tahun 2021 meningkat dibanding kasus kematian ibu hamil dan melahirkan di tahun 2020.

"Angka kematian ibu tahun lalu 17 kasus. Tahun ini, sampai dengan hari ini sudah terjadi 28 kasus kematian ibu, bahkan 18 diantaranya karena COVID," ungkap Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Boyolali, Ariyanto, Lokakarya Penyepakatan Program Kolaborasi Warga Tanggap Kegawatdaruratan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Boyolali Tahun 2021, yang digelar secara daring, Kamis (22/7/2021).

Dijelaskan di tahun 2020 lalu, angka kematian ibu dalam masa hamil dan melahirkan terjadi 17 kasus. Sementara tahun ini, sampai dengan tanggal 22 Juli 2021, telah terjadi 28 kasus, 18 diantaranya karena terpapar virus Corona.

Lebih lanjut, Ariyanto memaparkan, jumlah kematian ibu hamil karena COVID terbanyak terjadi di Kecamatan Nogosari dan Sambi. Di Kecamatan Nogosari dengan jumlah ibu hamil sebanyak 585 orang, 23 ibu hamil terkena COVID-19 dan 5 meninggal dunia. Sedangkan di Kecamatan Sambi, jumlah ibu hamil 384, ada 14 yang terkena COVID dan 5 meninggal dunia.

Menurut dia, kasus ibu hamil yang terpapar virus Corona membutuhkan penanganan khusus. Penanganan juga harus dilakukan tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang COVID dan pasien ibu hamil.

"Juga dibutuhkan sarana kesehatan yang khusus pula," kata dia.

Terkait sarana kesehatan ini, Ariyanto menyebut, di Boyolali hanya ada yang menjadi rujukan perawatan ibu hamil terkena COVID. Yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSPA) Boyolali.

Lokakarya yang diselenggarakan Pemkab Boyolali bekerjasama dengan USAID MADANI dan Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial (LKTS) ini dilaksanakan secara daring atau online. Diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Boyolali, Forum Masyarakat Madani (FORMMAD) Boyolali, PT Pertamina Fuel Terminal Boyolali, PT BPR Bank Boyolali (Perseroda), Kecamatan Gladagsari, Puskesmas Gladagsari, Kepala Desa Seboto dan Desa Sampetan serta Bidan Desa Seboto dan Sampetan.

Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Boyolali, Khusnul Hadi, menyampaikan program kerjasama Pemkab Boyolali dengan USAID MADANI adalah meningkatkan kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Dalam implementasi programnya, yakni meningkatkan kepedulian dan pengetahuan warga pada masalah kegawatdaruratan ibu hamil dan bayi baru lahir.

"Program ini akan dilaksanakaan di dua desa percontohan, yakni Desa Seboto dan Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari," ujar Khusnul.

Menurut Khusnul, meningkatnya pengetahuan dan kepedulian warga pada kegawatdaruratan ibu hamil dan melahirkan, akan membantu mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir.



Simak Video "Kemenkes Ungkap Kemungkinan Ibu Hamil Dapat Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)