Jumat, 23 Jul 2021 13:16 WIB

Sejarah Ivermectin, Obat Antiparasit 'Ajaib' dari Tanah Jepang

Firdaus Anwar - detikHealth
Ivermectin is not a brand name: it is the generic term for the drug. Foto: Getty Images/iStockphoto/RapidEye
Jakarta -

Polemik obat Ivermectin di tengah pandemi COVID-19 menarik perhatian banyak orang. Ivermectin yang kini tengah diteliti untuk mengobati pasien COVID-19 disebut telah dipromosikan dengan tak wajar di Indonesia.

"Mengingat Ivermectin adalah obat keras dan persetujuan EAP bukan merupakan persetujuan izin edar, maka ditekankan kepada industri farmasi yang memproduksi obat tersebut dan pihak manapun untuk tidak mempromosikan obat tersebut, baik kepada petugas kesehatan maupun kepada masyarakat," tulis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dalam keterangan resminya.

Sejarah Ivermectin

Dikutip dari jurnal Proceedings of the Japan Academy Series B (PJA Series B), Ivermectin sebenarnya pertama kali dikembangkan untuk jadi obat antiparasit pada hewan. Dimulai dari kerja sama perusahaan farmasi Merck, Sharp, dan Dohme (MSD) yang berbasis di Amerika Serikat dan institut riset Kitasato di Jepang tahun 1970-an.

"Di bawah perjanjian kerja sama riset, peneliti Institut Kitasato mengisolasi organisme dari sampel tanah dan melakukan evaluasi awal bioaktivitas. Sampel yang menjanjikan lalu dikirim ke laboratorium MSD untuk dites lebih jauh sampai akhirnya ditemukan senyawa baru berpotensi yang dinamai Avermectin," tulis jurnal seperti dikutip pada Jumat (23/7/2021).

Riset terus dilanjutkan sampai bertahun-tahun kemudian, namun organisme penghasil senyawa Avermectin tersebut hanya ditemukan di tanah Jepang. Avermectin kala itu dideskripsikan sebagai obat revolusioner karena begitu efektif sebagai antiparasit.

Sampai akhirnya riset berhasil mengembangkan turunan dari Avermectin, Ivermectin, yang mulai digunakan secara luas untuk kesehatan hewan pada tahun 1981. Obat ivermectin biasanya diberikan untuk mengobati sapi yang terinfeksi cacing atau kutu pada hewan peliharaan.

"Sampai sekarang Ivermectin dipakai untuk mengobati miliaran ekor hewan ternak dan peliharaan di dunia. Membantu tingkatkan produksi makanan serta barang-barang kulit, menjaga hewan peliharaan seperti anjing atau kuda tetap sehat," tulis artikel dalam jurnal PJA Series B.

Penggunaan Ivermectin pada manusia

Ivermectin mulai digunakan pada manusia saat digunakan untuk mengobati penyakit onchocerciasis tahun 1988. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cacing parasit Onchocerca volvulus dan bisa menyebabkan kebutaan.

Sejak saat itu efektivitas dan keamanan obat Ivermectin semakin diakui hingga akhirnya digunakan juga untuk mengobati berbagai penyakit akibat parasit cacing atau kutu lainnya.

"Sekarang Ivermectin semakin sering dipakai untuk mengobati manusia di dunia dari penyakit strongyloidiasis, scabies, pediculosis, gnathostomiasis dan myiasis," tulis jurnal.



Simak Video "Larangan Keras BPOM soal Promosi Ivermectin sebagai Obat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)