Jumat, 23 Jul 2021 19:00 WIB

Cara Mendapatkan Obat Gratis COVID-19 dari Kemenkes, Penting buat Isoman!

Vidya Pinandhita - detikHealth
man hand holding his nutritional supplemets, healthy lifestyle background. Foto: iStock
Jakarta -

Pemerintah menyediakan obat gratis bagi pasien isolasi mandiri (isoman) COVID-19. Tapi bagaimana cara mendapatkan obat gratis COVID-19 tersebut?

Beberapa pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) mengaku tak kunjung menerima paket obat dan vitamin gratis dari Kementerian Kesehatan. Menerima notifikasi WhatsApp setelah dinyatakan positif pun tidak.

Ada yang memang terkendala sistem, tetapi ada juga yang memang tidak tahu alur pelayanannya. Sebenarnya, bagaimana cara mendapatkan obat gratis COVID-19? Adakah persyaratan tertentu yang harus dipenuhi?

Menanggapi kendala tersebut, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menyebut tak ada masalah dengan ketersediaan atau stok obat. Menurutnya, yang sering terjadi adalah alur pelayanan kurang dipahami.

"Kalau kita cek selama ini mereka tidak paham alurnya," kata dr Nadia, Kamis (22/7/2021).

Menurut sejumlah laporan yang diterima detikcom, keluhan paling banyak dari pasien COVID-19 isoman adalah tak kunjung menerima WhatsApp dari Kemenkes setelah melakukan tes PCR di laboratorium terafiliasi.

"Pasien melakukan tes PCR/Antigen di Laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes RI. Apabila hasilnya Positif (+), maka pihak Lab akan melaporkan hasilnya ke database Kemenkes (NAR). Kemudian, pasien akan menerima WhatsApp dari Kemenkes RI. Atau lakukan pengecekan NIK mandiri melalui https://isoman.kemkes.go.id," terang akun resmi Kementerian Kesehatan.

Dalam unggahan Kemenkes disebutkan, terdapat 2 jenis paket untuk pasien COVID-19.

Paket A untuk Orang Tanpa Gejala (OTG):

  • Multivitamin C, D, E
  • Zinc dosis 1 x 1.

Paket B untuk gejala ringan

  • Multivitamin C, D, E
  • Zinc dosis 1 x 1.
  • Azithromycin (500mg)
  • Oseltamivir (75mg)
  • Parasetamol tab (500mg).

Lalu, bagaimana alur cara mendapatkan obat gratis COVID-19? Berikut urutan layanan telemedicine mengacu pada laman resmi Kemenkes:

  • Lakukan pemeriksaan PCR di laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes. Ada 743 Lab pemeriksaan PCR yang sudah terafiliasi dan terkoneksi langsung dengan Kemenkes, 114 Lab di antaranya ada di Jakarta. Sehingga data pasien yang dientri oleh 743 Lab itu akan terbaca oleh Kemenkes.
  • Jika hasil PCR positif, pihak lab akan mengentri data pasien dan terhubung langsung dengan Kemenkes. Dalam jarak waktu sekitar 1 hari, pasien akan menerima pesan WhatsApp dari Kemenkes yang memuat link untuk konsultasi online dan sebuah kode untuk mendapatkan obat gratis. Pasien dalam mengecek NIK secara mandiri di https://isoman.kemkes.go.id/
  • Pasien kontrol dengan dokter melalui telemedicine (Aplikasi Online) - voucher ISOMAN cek di https://isoman.kemkes.go.id/konsultasi
  • Pasien mendapat resep dalam format PDF kemdudian diupload ke https://isoman.kemkes.go.id/pesan_obat
  • Pasien menunggu kiriman paket obat dan vitamin dari Kemenkes, yang akan dikirimkan melalui ekspedisi SiCepat.

"Jadi mereka (platform telemedicine) mau memberikan layanan konsultasi dokter yang gratis setiap hari selama masa inkubasi 14 hari mereka akan tinggal. Mereka juga nanti akan bisa mengeluarkan resep obatnya, mereka juga bisa berhubungan dengan Lab-lab yang sudah diakreditasi oleh Kementerian Kesehatan untuk melihat pasien positif atau tidak, dan nanti akan menyambungkan ke apotek-apotek di mana kita nanti akan mengirimkan obatnya atau juga pasiennya bisa ambil sendiri ke apotek di Jakarta," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam laman resmi Kemenkes RI terkait cara mendapatkan obat gratis COVID-19.



Simak Video "Pfizer Klaim Obat Covid-19 Buatannya Turunkan Rawat Inap-Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)