Minggu, 25 Jul 2021 11:40 WIB

Parasetamol P-500 Mengandung Virus Machupo? Hoax Jadul, Pernah Dibantah BPOM

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kabar paracetamol bervirus Foto: Viral
Jakarta -

Parasetamol atau Paracetamol adalah obat sehari-hari yang jadi andalan saat demam, termasuk selama isolasi mandiri (isoman) COVID-19. Beredarnya hoax 'Paracetamol P-500 mengandung virus Machupo' tak pelak bikin resah sebagian orang.

Kenapa cuma sebagian? Karena sebagian lainnya mungkin sudah pernah terpapar hoax yang sama sebelumnya, sehingga sudah 'imun' dan tidak termakan bualan sesat tersebut.

Berikut narasi hoax yang beredar tentang Paracetamol P-500:

PERINGATAN:Hati-hati untuk tidak mengambil Paracetamol yang datang ditulis P/500. Ini adalah Paracetamol baru, sangat putih dan mengkilap. Menurut dokter terbukti mengandung "Machupo" virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga dan menyelamatkan hidup dari mereka.

Bisa dibilang, ini adalah hoax sepanjang masa. Sudah berulang kali dibantah dan diluruskan, hoax ini selalu muncul dari tahun ke tahun.

Pada 2017, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pernah secara khusus menyampaikan klarifikasi terkait hoax tersebut. Pada saat itu, ditegaskan bahwa tidak ada lapora kredibel yang mendukung klaim adanya virus Machupo dalam produk parasetamol maupun obat lain.

"ISU tersebut adalah HOAX," tegas Kepala BPOM Penny K Lukito dalam pernyataan pers pada Februari 2017.

Virus Machupo sendiri merupakan jenis virus yang menular lewat udara, makanan, maupun kontak langsung. Sumber virus bisa berupa air liur, urine, atau feses hewan pengerat yang terinfeksi dan menjadi reservoir atau pembawa.



Simak Video "Hoax Vaksin Timbulkan Varian Baru dan Sebabkan Kematian Dalam 2 Tahun!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)