Senin, 26 Jul 2021 05:00 WIB

Bagus untuk Sistem Imun, Ini 3 Cara Tingkatkan Asupan Vitamin D

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Healthy foods containing vitamin D. Top view Foto: Getty Images/iStockphoto/yulka3ice
Jakarta -

Di saat kasus COVID-19 terus meningkat, daya tahan tubuh menjadi hal yang diperhatikan setiap orang. Karenanya, muncul kebiasaan baru seperti rutin minum suplemen vitamin, berolahraga, hingga berjemur untuk menambah asupan vitamin D.

Dokter orthopedi dr Henry Suhendra Sp.OT menyebut, jika vitamin D yabg didapat dari makanan dan cahaya matahari hanya memenuhi 10-20 persen kebutuhan tubuh. Lalu bagaimana sih cara mendapatkan vitamin D secara optimal?

Dalam webinar Vitamin D Against Cancer, (25/7/2021) dr Henry menjelaskan bahwa ada tiga sumber vitamin D, yaitu sinar matahari, makanan, dan suplemen. Ia juga menceritakan bahwa dari penelitian yang ia baca, vitamin D yang cukup dalam tubuh seseorang dapat mengurangi risiko keparahan akibat infeksi COVID-19.

Berikut adalah cara meningkatkan vitamin D menurut dr Henry.

1. Sinar matahari

Sudah banyak diketahui, jika sinar matahari adalah salah satu sumber vitamin D. Menurut dr Henry, sebenarnya sinar matahari tidak langsung mengandung vitamin D. Namun, sinar matahari mengandung UVB yang berperan untuk meningkatkan vitamin D dalam tubuh.

Ada 11 faktor dari unsur ekstrinsik maupun intrinsik yang menentukan kita mendapat cahaya matahari yang cukup.

Ekstrinsik

Faktor ekstrinsik atau yang ada di luar tubuh meliputi:

  • UV indeks
  • Polusi
  • Latitude
  • Altitude
  • Musim
  • Waktu

Saat sedang berjemur, perhatikan indeks UV yang bisa dilihat dari aplikasi cuaca di handphone. Indeks UV terbaik untuk berjemur adalah 3,5.
Sebuah penelitian di Jakarta menemukan waktu dengan indeks UV terbaik ada di antara pukul 11.00 - 13.00 WIB.

"Boleh juga jam 10.00.14.00 WIB. (Cara mudahnya) lihat bayangan. Bayangan harus lebih pendek dari tinggi tubuh kita. Kalo lebih panjang bayangan, banyaknya UVA yang bukan buat vitamin D," ujar dr Henry.

Intrinsik


Unsur intrinsik atau yang ada pada tubuh kita meliputi:

- Jenis kulit


Setidaknya ada 6 jenis kulit, mulai dari mereka yang berkulit putih hingga yang berkulit hitam. Jenis kulit sangat memengaruhi proses penyerapan sinar matahari. Orang dengan kulit putih cenderung lebih cepat menyerap sinar matahari ketimbang yang berkulit hitam.

- Sunscreen atau Sunblock


Penggunaan tabir surya atau sunscreen juga dapat menghalangi proses penyerapan sinar matahari pada tubuh. dr Henry menyarankan untuk tidak memakai sunscreen saat berjemur agar hasilnya optimal.

- Berat badan


Orang yang gemuk atau obesitas membutuhkan waktu dua kali lipat dari orang yang ramping untuk mendapatkan cahaya matahari.

- Umur


Ketika sudah memasuki usia lanjut, fungsi tubuh untuk membentuk vitamin D dari sinar matahari mulai berkurang

"Lansia jangan jemur. Dari umur 40 tubuh mulai kurang kemampuan membentuk vitamin D. Nanti kulit bisa kebakar," lanjut dr Henry.

- Kultur atau pakaian


Saat berjemur, kondisi yang paling baik adalah 85 persen badan terbuka. Pakaian akan menghalangi sinar UVB untuk menjangkau kulit.

" Artinya kalau wanita pakai bikini, pria pake celana dalam saja. UVB tidak bisa menembus pakaian," papar dr Henry.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Simak! Petunjuk Konsumsi Suplemen Vitamin D untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]