Senin, 26 Jul 2021 10:06 WIB

Yuk Vaksin! CDC: 99 Persen Kematian Dialami Orang yang Belum Vaksin Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jumlah kasus COVID-19 di Negeri Paman Sam kembali melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu terjadi karena maraknya disinformasi dan hoaks soal vaksin. Foto: AP Photo
Jakarta -

Kasus COVID-19, rawat inap, dan kematian meningkat lagi hampir di seluruh dunia karena varian Delta yang sangat menular.

Amerika Serikat jadi salah satu negara yang paling terhantam COVID-19. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengatakan 99 persen orang yang meninggal selama 6 bulan terakhir di negara itu adalah mereka yang belum vaksin.

"Setidaknya 99 persen dari mereka di Amerika Serikat yang meninggal karena COVID-19 dalam enam bulan terakhir belum divaksinasi," kata Rochelle Walensky, direktur CDC, dikutip dari The Guardian.

Selain itu sebagian besar orang yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 dan meninggal belum sepenuhnya divaksinasi, menurut pejabat kesehatan masyarakat. Lebih dari 97 persen rawat inap akibat COVID-19 saat ini adalah orang yang belum divaksinasi.

"Ada pesan jelas yang datang: Ini menjadi pandemi orang yang tidak divaksinasi," tambahnya.

Artikel itu juga menyebut tingkat vaksinasi di negara itu telah melambat secara nasional. CDC mencatat bahwa di tempat-tempat seperti negara bagian AS yakni Alabama, pada 20 Juli, hanya 33 persen orang yang dapat menerima vaksin yang telah divaksinasi sepenuhnya.

Orang-orang yang menjadi 'korban', disebutkan oleh Walensky, adalah kelompok rentan. CDC juga mulai melihat adanya peningkatan kasus di beberapa wilayah karena penyebaran varian Delta.

Senada, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono juga mengatakan 94 persen kematian virus Corona (COVID-19) terjadi karena belum divaksinasi. Padahal, menurut Dante, vaksin COVID-19 ini sangat penting bagi masyarakat karena mampu memberikan respons imun untuk melawan Corona.

"Jadi berdasarkan laporan terakhir, angka kematian akibat infeksi COVID-19 itu pada beberapa saat ini itu 90 sampai 94 persen adalah mereka yang belum divaksinasi, dengan adanya kegiatan vaksinasi ini akan memberikan respons imun tubuh yang lebih baik, baik itu apabila belum terkena infeksi maupun setelah terkena infeksi," kata Wamenkes.

Salah satu alasan banyak orang memilih untuk tidak divaksinasi adalah kebaruan vaksin virus Corona dan ketidakpercayaan pada vaksin. Meskipun semua vaksin telah melalui uji klinis dan terus terbukti aman, kewaspadaan masyarakat tentang efek samping dapat membuat mereka tidak mau divaksinasi.

Namun seperti yang sudah disimpulkan oleh para ahli, vaksin bisa mengurangi risiko keterpaparan COVID-19, mengurangi jumlah kematian, juga risiko rawat inap akibat infeksi mematikan tersebut.



Simak Video "Lantamal III Turun Tangan Vaksinasi Ribuan Warga Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)