Senin, 26 Jul 2021 21:35 WIB

Tanpa Suntikan, Peneliti Ini Bikin Vaksin COVID-19 Bentuk Inhaler dan Pil

Vidya Pinandhita - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Ilmuwan asal Swedia mencetuskan metode baru vaksinasi COVID-19 tanpa injeksi atau suntikan, melainkan menggunakan inhaler dan pil. Lantaran diproduksi dengan mudah dan murah, sang peneliti berharap metode vaksin ini bisa digunakan masyarakat banyak ke depannya seiring penanganan pandemi COVID-19.

Metode ini dicetuskan oleh sebuah perusahaan yang biasa membuat inhaler untuk pasien asma, yakni laboratorium di Medicon Village, salah satu taman sains terbesar di Swedia Selatan.

"Anda cukup mengeluarkan sedikit plastik dan kemudian inhaler vaksin diaktifkan dan Anda hanya memasukkannya ke dalam mulut Anda, ambil napas dalam-dalam dan tarik napas," kata CEO perusahaan, Johan Waborg, CEO perusahaan, dikutip dari BBC, Senin (26/7/2021).

Lainnya, perusahaan Iconovo, bekerja sama dengan start-up penelitian imunologi di Stockholm, ISR, telah mengembangkan vaksin COVID-19 berbentuk bubuk kering.

Vaksin bubuk ini menggunakan protein virus COVID-19 yang diproduksi, berbeda dari metode Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca berbasis RNA atau DNA. Vaksin bubuk ini diklaim dapat menahan suhu hingga 40C.

Itu sangat kontras dengan kondisi yang diperlukan untuk menyimpan vaksin virus corona yang tersedia secara umum saat ini yang disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang semuanya dalam bentuk cair. Vaksin-vaksin ini dikemas dalam botol kaca dengan suhu serendah -70C sebelum dipindah ke lemari es. Jika tidak demikian, vaksin bisa kehilangan efektivitasnya.

"Pembeda dalam vaksin bubuk ini adalah Anda dapat mendistribusikan vaksin ini dengan sangat mudah tanpa penyimpanan rantai dingin (cold chain) dan dapat diberikan tanpa penyedia layanan kesehatan (vaksinator)," kata pendiri ISR, Ola Winquist, seorang profesor imunologi di universitas kedokteran Swedia, Karolinska Institute.

Sedang diuji untuk varian-varian Corona

Saat ini, vaksin bubuk sedang diuji pada varian Beta atau B1351 asal Afrika Selatan dan Alpha atau B117 asal Inggris. ISR mengklaim, masih diperlukan beberapa uji coba untuk membandingkan efektivitas vaksin produksinya dengan vaksin-vaksin Corona lain yang telah disetujui WHO.

Namun demikian, vaksin ini diapresiasi lantaran menjadi langkah awal pengadaan vaksin dengan metode pendistribusian yang lebih mudah.

"Ini benar-benar akan membuka peluang untuk daerah yang sulit dijangkau," kata Profesor Stefan Swartling Peterson, kepala kesehatan global Unicef dari 2016 hingga 2020.



Simak Video "Epidemiolog Jelaskan soal Heboh Turunnya Efikasi Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)