Selasa, 27 Jul 2021 11:36 WIB

Curhat Wanita Merasa Payudara Membesar Pasca Divaksin Corona, Efek Samping?

Ayunda Septiani - detikHealth
Doctors wearing PPE uniforms white gloves are inoculating the arm muscles to prevent COVID 19. Foto ilustrasi vaksin. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Worayuth Kamonsuwan)
Jakarta -

Beberapa wanita melaporkan adanya efek tak terduga setelah divaksinasi COVID-19. Mereka menyebut, payudara tumbuh lebih besar setelah disuntik dengan vaksin Pfizer. Cerita tersebut langsung viral di media sosial seperti Twitter hingga TikTok di Inggris dan Australia.

Adalah wanita Inggris yang melaporkan ukuran pakaian dalamnya naik dua cup, dari A ke C. Wanita bernama Elle Marshall menjelaskan dalam sebuah video bahwa ia sangat bingung dengan apa yang terjadi pada tubuhnya.

Selain itu, Sonja Ingrid, wanita 23 tahun dari Sydney, Australia, juga menceritakan hal yang sama di media sosial. Ia menyebut bahwa payudaranya membesar setelah vaksinasi Pfizer.

Dikutip dari laman News.com.au, efek samping yang umum dari vaksin COVID-19 biasanya rasa sakit pada daerah suntikan, sakit kepala, kelelahan, atau juga merasakan gejala seperti flu.

Tetapi banyak wanita yang menyadari bahwa payudara dan kelenjar getah bening mereka membengkak setelah menerima suntikan.

Menurut Departemen Kesehatan Australia, kelenjar getah bening yang meradang adalah efek samping yang kurang umum dari vaksinasi.

Namun di Amerika Serikat (AS), seorang Direktur Pusat Perawatan Payudara Universitas California San Francisco, Dr Laura Esserman, menyebutkan bahwa pembengkakan kelenjar getah bening setelah vaksin adalah tanda-tanda adanya kanker.

"Saya yakin ratusan ribu wanita pasti akan terkena dampak ini," jelasnya kepada ABC7 Chicago.

Selain tu, sebuah studi yang diterbitkan oleh Radiological Society of North America baru-baru ini menyimpulkan bahwa limfadenopati yang diinduksi oleh vaksin adalah efek samping yang penting diwaspadai dokter, pasien, dan peneliti kanker. Ini bisa mengakibatkan diagnosis kanker yang salah.

Meskipun tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kelenjar getah bening seperti semula, penting juga untuk dicatat, beberapa ahli meyakini ini adalah efek sementara.

Namun mammografi atau proses pemeriksaan payudara manusia adalah menggunakan sinar-X dosis rendah, kini disarankan di AS setelah suntik vaksin Pfizer.

Apa yang menyebabkan pembengkakan?

Menurut The Conversation, ketika seseorang mendapatkan suntikan vaksin, normal jika kelenjar getah bening di ketiak di sisi tubuh diaktifkan dan membengkak karena tubuh mempersiapkan respons kekebalan protektif.

Di AS, laporan pembesaran ukuran payudara juga terjadi pada beberapa kasus vaksin Moderna. Menurut Royal Australian and New Zealand College of Radiologists, jenis pembengkakan ini belum dilaporkan dengan vaksin AstraZeneca.



Simak Video "Vaksin Moderna Jadi Primadona, Pakar Ingatkan Stoknya Terbatas"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/ayd)