Rabu, 28 Jul 2021 12:03 WIB

Masuknya Varian Delta Plus ke RI Dinilai Tak Mengagetkan, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Foto: NIAID
Jakarta -

Pakar mewanti-wanti risiko kemunculan varian Delta Plus di Indonesia. Menurut Dicky Budiman pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia, varian Delta Plus memiliki laju penularan COVID-19 lebih cepat dibandingkan varian lainnya.

Terlebih, tambahan mutasi K417N memicu varian Delta Plus mempunyai karakteristik lebih resisten terhadap terapi antibodi, termasuk antibodi usai vaksinasi Corona Namun, kemunculan varian Delta Plus baginya tidak mengagetkan.

"Kehadiran varian ini adalah suatu fenomena yang alamiah, yang sebagaimana mestinya. Jangan kaget, ada varian Delta Plus dan juga Lambda varian ditemukan. Karena akan sulit membendung kehadiran varian ini," ujar Dicky saat dihubungi detikcom Selasa (27/7/2021) sembari menekankan Indonesia memiliki keterbatasan surveilans genomic dan investigasi epidemiologi.

"Karena peluang masuknya juga luar biasa banyak, banyak sekali, apalagi di tengah situasi bahwa di dalam negeri kita ini terjadi replikasi yang sangat ekstensif dari virus," bebernya.

Ia menggambarkan munculnya varian Delta Plus seperti apa yang terjadi dalam fenomena gunung es. Kata dia, situasi COVID-19 di Indonesia jauh lebih buruk dari apa yang dilaporkan dalam angka COVID-19 resmi.

"Delta plus ini pertama sudah pre dominant, dan sekali lagi apa yang ditemukan ini puncak gunung es ya, ini artinya kabar buruk, situasi di masyarakat jauh lebih buruk dari yang kita lihat dalam angka-angka statistik ini," tutur dia.

"Kita juga masih akan menghadapi dampak lebih buruk beban di fasilitas kesehatan dan angka kematian," sambungnya, sambil mengingatkan penyebaran COVID-19 varian Delta Plus sangat cepat.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)