Selasa, 03 Agu 2021 13:30 WIB

Tokyo Sedang Diamuk Corona, Bagaimana Panitia Olimpiade Lindungi Para Atlet?

Vidya Pinandhita - detikHealth
TOKYO, JAPAN - JUNE 03: The Victory podium that will be used during the victory ceremonies at the Tokyo 2020 Olympic Games is displayed during an unveiling event for the victory ceremonies items including podium, music, costume and medal tray for the Olympic and Paralympic games at the Ariake Arena on the day marking the 50 days to go to the Tokyo Olympic Games opening ceremony on June 3, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Issei Kato - Pool/Getty Images) Foto: Getty Images/Pool
Jakarta -

Olimpiade Tokyo 2020 telah melaporkan lebih dari 270 kasus COVID-19 pada para atlet dan personel terkait. Namun penyelenggara mengklaim, tempat tersebut telah menggunakan sistem gelembung atau bubble sehingga sejauh ini tak ada penularan dari kawasan acara ke warga di ibu kota Jepang.

Menurut pihak penyelenggara, tingkat kepositifan virus di lingkungan olimpiade hanya 0,02 persen dengan lebih dari 400.000 tes dilakukan sejauh ini, Minggu (1/8/2021). Dari lebih dari 40.000 tes yang dilakukan di bandara untuk peserta olimpiade, hanya 35 yang positif.

Di luar tempat Olimpiade, Tokyo mengalami lonjakan kasus COVID-19 dengan rekor 4.058 kasus baru per Sabtu (31/7/2021).

Sebelum Olimpiade Tokyo 2020 dimulai, sejumlah ilmuwan memperingatkan potensi penularan virus Corona yang besar dari acara internasional di tengah pandemi. Pakar menyebut, sejauh ini risiko penularan terkendali dengan baik. Namun penyelenggara tetap perlu waspada, mengingat varian Delta yang lebih mudah menular berisiko mengganggu upaya proteksi di kawasan olimpiade.

Dalam sistem gelembung, penyelenggara memisahkan peserta dari masyarakat umum. Atlet tidak diperbolehkan melakukan perjalanan ke luar kawasan akomodasi atau lingkungan kompetisi. Atlet dan ofisial pun diwajibkan melakukan tes COVID-19 di kedatangan.

"Mempertimbangkan keadaan, saya pikir kami cukup berhasil, sangat sukses untuk titik tengah," kata Mark Adams, juru bicara Komite Olimpiade Internasional, Jumat (30/7/2021).

"Tentu saja, ini belum berakhir sampai semuanya berakhir," sambungnya.

Disorot WHO

Dalam kesempatan lainnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan meski sejauh ini terlihat aman, upaya penyelenggara Olimpiade Tokyo tersebut tak menjamin Jepang bebas risiko penyebaran virus Corona dari acara internasional tersebut.

"Di Tokyo tidak ada nol risiko. Mungkin ada lebih kecil atau lebih besar risiko. Kemudian untuk hal-hal yang terjadi dengan risiko rendah yang telah diusahakan dengan baik," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, dirjen WHO.

"Apa yang kami lihat dari yang sudah dilakukan Jepang, apakah itu upaya terbaik dan IOC tentu saja melakukan yang terbaik untuk meminimalkan risiko karena tidak ada yang mengharapkan nol risiko. Akan selalu ada risiko dan tidak ada nol risiko dalam hidup," pungkasnya.



Simak Video "Respons WHO soal Lonjakan Kasus Covid-19 di Tokyo saat Olimpiade"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)