Rabu, 04 Agu 2021 21:16 WIB

Lagi-lagi Viral Efek COVID-19 pada Paru-paru Divaksin Vs Tidak

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
A young doctor is standing and looking at the lungs image at the blurred hospital room background. The concept of medical service, diagnosis and treatment. Foto: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis
Jakarta -

Makin banyak praktisi kesehatan membandingkan efek COVID-19 pada paru-paru yang divaksin dengan yang tidak. Kali ini diungkap oleh direktur ICU di SSM Health Saint Louis University Hospital di Missouri, Amerika Serikat, Dr Ghassan Kamel.

Dr Kamel membuktikannya dengan memberikan hasil rontgen paru-paru pasien Corona yang belum dan sudah divaksinasi. Ia mengatakan dari hasil rontgen tersebut,terlihat pasien yang terinfeksi sangat sakit.

"Kami melihat pasien yang sangat sakit," kata Dr Kamel yang dikutip dari Mirror UK, Rabu (4/8/2021).

Bagaimana hasilnya?

Pada hasil rontgen pasien COVID-19 yang sudah divaksinasi mayoritas terdapat ruang hitam. Hal itu menunjukkan bahwa adanya ruang di paru untuk udara saat kita menarik napas.

Sebaliknya, para pasien COVID-19 yang belum divaksinasi memiliki banyak warna putih pada rontgen paru mereka. Ini menunjukkan bahwa ruang di paru untuk udara sangat sedikit akibat sesuatu yang disebut kekeruhan paru.

Kekeruhan paru atau lung opacities merupakan hasil penurunan rasio gas terhadap jaringan lunak (darah, parenkim paru, dan stoma) di paru. Kondisi itu biasanya menunjukkan bahwa paru-paru penuh dengan hal-hal, seperti cairan, bakteri, atau sel sistem kekebalan tubuh.

Kondisi ini juga berarti si pasien tidak bisa mengambil oksigen sebanyak biasanya. Dr Kamel mengatakan pasien Corona yang tidak divaksinasi akan lebih mungkin membutuhkan pertolongan medis.

"Mereka pasti setidaknya membutuhkan oksigen dan terkadang mereka membutuhkan lebih dari sekadar oksigen," ujar Dr Kamel.

"Mereka mungkin memerlukan ventilator atau diintubasi dengan ventilasi mekanis, dibius, dan pada dasarnya dengan bantuan kehidupan," lanjutnya.

Sementara untuk pasien COVID-19 yang sudah divaksinasi, umumnya tidak memerlukan perawatan seperti pasien kritis lainnya. Untuk itu, Dr Kamel terus mendorong agar orang-orang segera divaksinasi dan tetap menggunakan masker.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)