Kamis, 05 Agu 2021 15:17 WIB

Tak Punya NIK Tetap Bisa Divaksin COVID-19, Begini Prosedurnya Kata Kemenkes

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Kini masyarakat yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK) bisa menerima vaksin COVID-19. Hal ini diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/III/15242/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bagi Masyarakat Rentan dan Masyarakat Lainnya yang Belum Memiliki Nomor Induk Kependudukan.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan untuk sasaran vaksinasi tersebut, penerima vaksin bisa membuat dan mendapatkan NIK sekaligus di tempat vaksinasi.

"Terkait warga yang kemarin mungkin tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK), sekarang sudah kita fasilitasi. Artinya, pelaksanaan vaksin itu dilakukan bersamaan dengan dinas kependudukan dan catatan sipil," terangnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/8/2021).

"Jadi, pada saat warga akan mendapatkan vaksin, silakan datang ke sentra vaksinasi. Kalau belum memiliki NIK, akan dibuatkan NIK oleh Dukcapil pada saat tersebut. Jadi sekaligus dapat NIK sekaligus dapat vaksin," lanjutnya.

Menurut dr Nadia, sebagian besar masyarakat sebenarnya sudah memiliki NIK sehingga ketiadaan NIK seharusnya tak menjadi penghambat untuk menerima vaksin. Akan tetapi masih ada kelompok masyarakat tertentu yang tak memiliki NIK, misalnya kelompok disabilitas, masyarakat adat, atau Suku Anak Dalam.

Lantaran tenaga dinas dukcapil untuk melayani pembuatan NIK di sentra vaksinasi terbatas, dr Nadia menyebut, rencana ini masih dalam proses koordinasi.

"Ini akan kita fasilitasi dengan kita lakukan koordinasi lebih dahulu karena tidak cukup juga tenaga dinas dukcapil untuk kemudian mendukung pelaksanaan seluruh sentra vaksinasi untuk ketersediaan SDM-nya. Kita akan koordinasikan dan pusatkan, khususnya terkait pemberian NIK saat vaksinasi ini," beber dr Nadia.

(vyp/up)