Kamis, 05 Agu 2021 17:36 WIB

Peneliti China Ingin Tim yang Sama Investigasi Ulang Asal-usul COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menyelidiki asal-usul COVID-19 di China. Mereka menyisir laboratorium, pasar, dan rumah sakit di Wuhan. Tim WHO saat pertama kali menginvestigasi asal-usul COVID-19 di China. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana melakukan kembali investigasi asal-usul COVID-19 di China. Beberapa pihak, terutama Amerika Serikat (AS), mendorong teori bahwa virus berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan.

Menanggapi tekanan internasional, China menolak rencana investigasi ulang karena alasan sarat oleh kepentingan politik. Peneliti terkenal China, Liang Wannian, belakangan berkomentar bila investigasi memang ingin dilakukan, maka tim yang sama dari investigasi sebelumnya yang harus terlibat.

"Ini akan menjamin profesionalisme dan berkelanjutan... Saya pikir WHO harus menyadari ini dari sudut pandang ilmu pengetahuan," kata Liang, seorang pakar dari Tsinghua University yang juga terlibat dalam investigasi sebelumnya.

WHO diketahui sudah mengirim tim yang terdiri dari ahli dari berbagai negara ke China pada bulan Januari lalu. Investigasi dilakukan selama empat minggu dengan hasil yang disebut beberapa pihak kurang memuaskan karena tidak bisa mengungkap sumber pasti COVID-19.

Terjadi kontroversi karena China dituduh menyembunyikan data-data penting terkait informasi pasien di awal pandemi.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)