Minggu, 08 Agu 2021 05:06 WIB

Kata Liliyana Natsir Soal Netizen yang Suka Nyinyir Pas Jagoannya Kalah

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus puas menjadi runner-up Indonesia Masters 2019. Laga itu menjadi penanda akhir karier Liliyana di bulutangkis. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Kemenangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu membawa euforia yang membawa netizen ikut terhanyut ke dalamnya. Tak cuma saat jagoannya menang, saat kalah pun emosi juga kerap meluap-luap.

Kerap pula muncul kontroversi dalam mengekspresikan kekecewaan saat jagoannya kalah. Ada yang dianggap berlebihan, ada juga yang dianggap sebagai hal normal.

Peraih medali emas olimpiade Rio de Janeiro 2016 Liliyana Natsir pun sempat menyinggung hal ini dalam sebuah diskusi daring, Selasa, (3/8/2021). Menurutnya, ungkapan kekecewaan netizen tidak perlu diambil hati dan ambil positifnya saja.

"Kalau nggak ada netizen juga gak seru. Mungkin netizen kan ekspektasinya tinggi ke kita, pengen kita menang. Jadi kalau kita gak sesuai tuh wah jadi berantem sendiri kadang-kadang. Kadang lucu juga sih bacanya, yang satu komen apa yang satu berantem sendiri," ujarnya.

Melihat fenomena ini, Psikolog Klinis Kassandra Putranto dari Kasandra & Associate menyebut ekspresi tersebut adalah wajar. Namun ia mengingatkan, diperlukan kecerdasan emosi untuk menyaring ungkapan yang layak disebarluaskan di media sosial.

Pendapat serupa disampaikan oleh psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, MPsi. Menurutnya, selain ungkapan turut berbangga atas kemenangan, ungkapan semangat untuk yang kalah juga penting. Alih-alih menyalurkan kekecewaan, lebih baik mengekspresikan dukungan dan pengingat bahwa kalah tak berarti tampil buruk.

"Ingat untuk tetap memiliki jiwa suportif dalam pertandingan. Memberikan pujian atas penampilan yang bagus dan mengucapkan selamat atas penampilan yang telah diberikan dengan usaha yang maksimal sekalipun mungkin belum menang serta terus menyemangati untuk penampilan berikutnya," ujar Vero.



Simak Video "Pandemi Sebabkan Masalah Kesehatan Mental Indonesia Meningkat 9 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)