ADVERTISEMENT

Jumat, 13 Agu 2021 16:04 WIB

Komnas KIPI: 70 Persen Penerima Vaksin Moderna Keluhkan Efek Samping Ini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). KIPI vaksin Moderna yang paling banyak dikeluhkan. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan Satari mengungkap 70 persen efek samping vaksin Moderna masuk dalam kategori ringan. Meski begitu, laporan tersebut belum mencakup keseluruhan nakes yang divaksinasi dosis ketiga.

"Jadi kalau saya lihat itu, belum semuanya masuk sih ya. Nyeri di tempat suntikan itu 70 persen, tapi kalau keluhan lain sih di bawah 25 persen," ungkap Prof Hindra saat dihubungi detikcom Jumat (13/8/2021).

Adapun efek samping vaksin Moderna lain yang dilaporkan meliputi:

  • Demam
  • Pegal
  • Nyeri
  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Mengantuk.

Apakah efek samping vaksin COVID-19 Moderna lebih berat dari vaksin lain?

Menurut Prof Hindra, hal tersebut sangatlah subjektif. Orang yang mengaku mengeluhkan efek samping berat, bisa saja dianggap ringan oleh yang lain. Maka dari itu, yang terpenting adalah segera melapor jika ada keluhan pasca vaksinasi, efek samping apapun itu.

"Yang penting segera lapor saat ada keluhan apapun itu. Karena kan kasus berat, atau perburukan, bisa dicegah jika tertangani lebih dulu di fasilitas kesehatan," pesan Prof Hindra.

Selain diberikan kepada para tenaga kesehatan, 5,1 juta dosis vaksin COVID-19 Moderna bakal diterima masyarakat umum. Proses distribusi dan pelaksanaannya disebut sudah berjalan.

Kabar baiknya, vaksin Moderna ini disebut memiliki efikasi tinggi melawan varian baru Corona termasuk varian Delta. Adapun interval dosis vaksin Moderna adalah empat minggu.

Simak juga 'Alasan Tenaga Kesehatan Sebaiknya Dapat Booster Vaksin Moderna':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT