Sabtu, 14 Agu 2021 14:03 WIB

Biar Gak End Game, Ini Pentingnya Investasi Massa Otot Sejak Dini

Nurcholis Ma'arif - detikHealth
otot Foto: shutterstock
Jakarta -

Otot memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas tubuh, bahkan turut berpengaruh terhadap sistem daya tahan tubuh. Namun faktor penuaan yang mau tak mau dialami setiap orang membuat otot mengalami penyusutan.

Berkurangnya massa otot ini akan membawa dampak yang serius. Namun hal itu bisa diantisipasi dengan melakukan pencegahan dini sejak muda. Salah satunya dengan pemenuhan protein hingga makronutrien sejak muda. Hal itu disebut ahli nutrisi dalam bidang kesehatan sekaligus Spesialis Gizi Klinik dr. Diana F Suganda sebagai tabungan atau investasi kita di masa tua nanti.

Dalam webinar 'Pentingnya Jaga Massa Otot Untuk Perkuat Daya Tahan Tubuh' yang digelar detikcom dan Ensure yang digelar secara virtual, awalnya dr. Diana menyampaikan penelitian The American Journal of Clinic Nutrition tahun 2018 yang menyebut bahwa asupan protein dapat mempertahankan massa otot pada wanita dan pria.


Individu dengan asupan protein harian tertinggi selama penelitian kehilangan 40% lebih sedikit massa otot daripada mereka dengan asupan terendah. Lalu studi terbaru di tahun 2018 menyebut lansia yang mengalami kondisi kurang aktif dan kurang berenergi saat masa penyembuhan, dapat pulih cepat dan memiliki massa otot yang lebih baik dengan adanya terapi suplementasi tinggi protein berkualitas dibandingkan dengan kelompok tanpa terapi tersebut.

"Ini lah pentingnya protein dalam daya tahan tubuh, kalau otot bagus, daya tahan kita bagus. Selama ini kita mungkin tahu kalau fungsi saluran pencernaan bagus, imunitas juga bagus. Tapi ternyata otot pun berpengaruh," ujarnya, Sabtu (14/8/2021).

"Otot kan merupakan organ di seluruh komposisi tubuh itu, massa otot yang menopang utama, selain sistem ranking. Ternyata otot merupakan organ yang memproduksi hormon citocyne, pepsin ini kita sebut myokine," imbuhnya.


Menurut dr Diana, saat produksi myokine dalam massa otot ini baik, maka imunitas kita juga baik. Namun, produksi myokine akan berkurang seiring bertambahnya usia. Namun bukan berarti fungsi otot dan massa otot tidak bisa kita perbaiki.

"Tapi fungsi otot dan massa otot ini bisa kita diperbaiki. Jadi dari usia muda, usia 30, usia 50 kita sudah sudah penuhi asupan kita dengan cukup protein. Kita kaya sudah nabung, sudah invest di massa otot kita supaya massa otot lebih baik. supaya kekebalan tubuh kita juga baik," ujarnya.

"Kebalikannya, kalau tidak bisa jaga massa otot, myokine kita kurang sehingga sistem imun kita juga berkurang," sambungnya.

Sementara itu, spesialis penyakit dalam dr. Jeffri Aloys Gunawan menjelaskan otot berperan penting dalam metabolisme tubuh. Massa otot juga menyimpan energi cadangan berupa glukosa dan asam amino. Ia juga menjelaskan semakin tinggi seseorang kehilangan massa otot, maka semakin tinggi resiko yang dihadapinya.

"Kalau pengurangan 10%, gangguan kekebalan, awalnya gampang sakit, sudah terjadi pengurangan otot. 20%, gampang terinfeksi, bisa COVID-19. 30%, infeksi lebih berat, biasanya kena paru. Lebih dari 40% sudah kritis banget, karena apa? Karena akan meningkatkan resiko kematian. Ini end game dari kehilangan massa otot yang tidak kita inginkan," jelasnya.

ototWebinar Ensure Foto: Nurcholis


"Tips protein yang penting, nih daging banyak proteinnya, tidak bisa seperti itu, protein terpilih yang meningkatkan kekebalan dan massa otot. Meskipun jumlahnya mungkin lebih sedikit, ada namanya (protein) casein, kedua adalah soy masalah intake yang susah. Yang ketiga ada whey, sering binaraga membangun massa otot, ini protein krusial untuk membangun otot," ujarnya.

Sama dengan dr Diana, dr Jeffri juga mengungkapkan salah satu penyebab penyusutan massa otot ialah malnutrisi atau kekurangan massa otot. Hal tersebut bisa dipenuhi dengan mengonsumsi protein hingga makronutrien yang mengandung antioksidan, zinc, vitamin a, dan vitamin d.



Simak Video "Tetap Energik dan Stamina Terjaga Saat Berpuasa dengan Ensure"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)