Non-nakes Mulai Dapat Vaksin Moderna, Kemenkes: Bukan Booster!

Non-nakes Mulai Dapat Vaksin Moderna, Kemenkes: Bukan Booster!

Vidya Pinandhita - detikHealth
Minggu, 15 Agu 2021 14:56 WIB
Non-nakes Mulai Dapat Vaksin Moderna, Kemenkes: Bukan Booster!
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Vaksin COVID-19 Moderna akan diberikan pada masyarakat umum non tenaga kesehatan (nakes), termasuk ibu hamil. Sebelumnya, Moderna hanya diberikan sebagai booster atau suntikan dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes) sebagai kelompok paling rentan di tengah pandemi COVID-19.

"Ya, ke masyarakat umum (pemberian vaksin Moderna). Tidak ada kelompok khusus sementara ini," ujar juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi pada detikcom, Selasa (10/8/2021).

Menurutnya, Moderna akan digunakan di seluruh wilayah Indonesia. Hingga saat ini, tak ada kelompok masyarakat non-nakes tertentu yang diprioritaskan dalam pemberian vaksin Moderna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rekomendasi Kemenkes terkait vaksinasi COVID-19 untuk ibu hamil, disebutkan bahwa ibu hamil hanya akan menerima vaksin COVID-19 Sinovac, Pfizer, dan Moderna. Namun dr Nadia menyebut, pemberian vaksin Moderna untuk ibu hamil akan dimulai setelah stok vaksinnya sudah tersedia.

Hal pemberian Moderna untuk non-nakes juga diatur dalam Surat Edaran perihal 'Alokasi Distribusi Vaksin COVID-19 Moderna COVAX Facility M2 Agustus 2021.

ADVERTISEMENT

"Vaksin COVID-19 Moderna diberikan sebanyak 2 (dua) dosis dengan interval 4 minggu sehingga vaksin yang dialokasikan pada minggu ke 2 Agustus 2021 ini untuk memenuhi kebutuhan 2 (dua) dosis sekaligus," tertulis SE tersebut, dikutip detikcom Kamis (12/8/2021).

Ingat, tidak ada booster untuk non-nakes!

Dalam kesempatan lainnya dr Nadia juga menegaskan, vaksin Moderna untuk non-nakes hanya digunakan sebagai dosis 1 dan 2. Artinya, tidak ada pemberian booster atau suntikan dosis ketiga untuk non-nakes.

"Tidak ada booster untuk non-nakes karena esensi dari pengendalian pandemi dan menurunkan laju penularan. Semakin banyak orang yang divaksin dan semakin cepat vaksinasi dilakukan pada seluruh sasaran vaksinasi, dengan jumlah vaksin yang terbatas ini," tegasnya.




(vyp/up)

Berita Terkait