Senin, 16 Agu 2021 08:20 WIB

Kedubes India Beberkan Alasan Harga Tes PCR yang Lebih Ramah di Kantong

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan testing dan tracing di permukiman padat penduduk guna memutus mata rantai penyebaran Corona. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Harga tes polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 di India membuat terkejut karena murah meriah dan sangat ramah di kantong. Pemerintah India baru-baru ini menetapkan harga 500 rupee atau sekitar Rp 96 ribu untuk tes PCR di ibu kota New Delhi.

Biaya untuk melakukan tes PCR di rumah pun cukup murah. Pasca-penurunan harga, harga tes PCR dengan layanan di rumah sebesar 700 rupee atau sekira Rp 135 ribu.

Kedubes India untuk Indonesia pun membeberkan alasan di balik murahnya harga PCR di negeri Bollywood itu. Sekretaris Ketiga bagian Press, Info & Culture dari Kedutaan India mengatakan murahnya tes PCR adalah untuk meningkatkan kapasitas testing masyarakat.

"Tidak ada alasan khusus selain bahwa pemerintah telah membatasi agar harga tetap terjangkau. Pemerintah juga fokus pada peningkatan kapasitas dan kemampuan pengujian di India terlebih setelah gelombang kedua pandemi," katanya saat dihubungi detikcom via teks, Senin (16/8/2021).

Setelah heboh harga tes PCR di India yang murah, banyak masyarakat yang membandingkan dengan Indonesia. Berdasarkan Surat Edaran nomor HK. 02.02/I/3713/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR termasuk pengambilan swab adalah Rp 900 ribu.

Presiden Joko Widodo akhirnya meminta agar harga PCR diturunkan hingga kisaran Rp 450-550 ribu. Juga untuk mempercepat pemeriksaan dan memperbanyak jumlah orang diperiksa, ia meminta agar hasil tes PCR dapat keluar dalam waktu 1x24 jam.

"Saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran antara Rp 450.000 sampai Rp 550.000," ujar Jokowi melalui keterangannya di YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (15/8/2021).



Simak Video "Pandangan Epidemiolog soal Perbedaan Harga PCR Indonesia dan India"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)