Senin, 16 Agu 2021 18:21 WIB

Harusnya Cukup 8 Jam, Kenapa Tes PCR Bisa Berhari-hari? Ini Kata Kemenkes

Vidya Pinandhita - detikHealth
Petugas medis melakukan tes usap PCR terhadap pasien COVID-19 di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Meningkatnya kasus COVID-19 di ibu kota dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan penuhnya tingkat keterisian kamar perawatan di rumah sakit tersebut sehingga sebagian pasien COVID-19 terpaksa antre untuk mendapatkan tempat perawatan. ANTARA FOTO/Fauzan/hp. Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

Kemenkes menyebut tes PCR (Polymerase Chain Reaction) seharusnya memang bisa selesai dalam 8 jam. Namun ada banyak faktor yang membuatnya terkadang makan waktu lama.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini meminta percepatan hasil tes PCR COVID-19 hingga maksimal 1x24 jam. Kementerian Kesehatan memaparkan alasan lamanya keluar hasil tes PCR.

Beberapa laboratorium membutuhkan waktu lebih dari 24 jam untuk memberikan hasil, padahal alat PCR sebenarnya bisa mengeluarkan hasil cukup dalam hitungan jam.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Prof Abdul Kadir memaparkan, salah satu alasannya adalah penggunaan mesin PCR yang umumnya dipakai di laboratorium harus menunggu kapasitas spesimen penuh lebih dulu. Jika kapasitas pasien yang masuk sudah penuh untuk 1 kali putaran alat PCR, baru alat bisa digunakan.

"Kita ini kan menggunakan mesin PCR ada 2 macam. Ada yang menggunakan TCM, ada yang menggunakan NAR. Kalau TCM itu memang hasilnya bisa keluar dalam waktu 2 jam atau 3 jam, tapi menggunakan PCR umum seperti sekarang ini banyak digunakan di laboratorium itu memang menggunakan waktu minimal 8 jam," jelasnya dalam konferensi pers virtual, Senin (18/8/2021).

"Sampel yang masuk tidak bersamaan masuknya. Tetapi mungkin ada 5 atau 6 jam, akhirnya apa? Ini juga tentunya menunggu waktu di mana sampel itu bisa penuh," lanjut Prof Kadir.

Alasan selanjutnya yakni terkait jarak antar wilayah. Di wilayah-wilayah tertentu, sampel dari pasien harus dibawa ke titik tertentu sehingga membutuhkan waktu lebih banyak untuk proses pengantaran.

"Karena ada daerah di mana sampel itu dikirim dari daerah ke laboratorium yang ada mesin PCR-nya. Tentunya ini membutuhkan proses pengiriman delivery time kemudian pada saatnya nanti, akan terkumpul semua. Regimen itu kemudian baru dilakukan pemutaran, Itu tentunya membutuhkan waktu," pungkasnya.



Simak Video "Bio Farma Buka-bukaan Harga PCR Kit"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)