Rabu, 18 Agu 2021 21:59 WIB

Penyakit Langka Mematikan Serang Kota Ini, Gejala Mirip Tapi Bukan COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
MELBOURNE, AUSTRALIA - AUGUST 16: People walk through the Bourke Street Mall on August 16, 2021 in Melbourne, Australia. Lockdown restrictions have been extended for another two weeks across Melbourne as Victoria continues to record new cases of the highly infectious COVID-19 Delta variant. From midnight tonight, a curfew will also be imposed from 9 pm to 5 am each night across the metropolitan area. The new restrictions will remain in place until 11.59 pm on Thursday, 2 September. (Photo by Darrian Traynor/Getty Images) Foto: Getty Images/Darrian Traynor
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19, pejabat kesehatan Melbourne, Australia, mengumumkan adanya wabah penyakit langka yang mematikan, yaitu penyakit Legionnaires. Penyakit ini telah menginfeksi dua warga di Cranbourne East pada awal Agustus lalu dan tengah dirawat di rumah sakit.

Dikutip dari Daily Mail, pemerintah setempat kini tengah melakukan investigasi untuk mencari sumber dari wabah mematikan itu. Wabah tersebut dicurigai berasal dari beberapa tempat, seperti menara pendingin lokal, kolam renang, dan tempat spa.

Legionnaires merupakan salah satu jenis pneumonia yang disebabkan oleh bakteri legionella. Bakteri ini umumnya sering ditemukan di perairan alami, seperti danau, sungai, anak sungai, hingga mata air panas.

Selain itu, bakteri ini juga bisa ditemukan di tempat spa, sistem air hangat dan sistem pendingin, atau pemanas buatan.

Diketahui penyakit Legionnaires tidak bisa menular antarmanusia atau dengan mengkonsumsi air yang terkontaminasi bakteri tersebut. Namun, penyakit ini bisa menular jika seseorang menghirup droplet air yang mengandung bakteri.

Orang-orang yang berisiko terinfeksi penyakit ini adalah mereka yang berusia di atas 50 tahun, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, mengidap penyakit paru-paru kronis, hingga perokok.

Beberapa gejala dari penyakit Legionnaires ini ternyata mirip dengan COVID-19 dan flu. Gejala-gejala yang muncul meliputi:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Batuk

Tak hanya itu, penyakit ini bisa berkembang menjadi pneumonia dan beberapa pengidapnya juga mengalami kebingungan. Maka dari itu, pemerintah menganjurkan siapapun yang mengalami gejala tersebut untuk segera mendapatkan penanganan medis.



Simak Video "Mengenal Cutis Laxa, Penyebab Bayi Berwajah Keriput"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)