Kamis, 19 Agu 2021 14:36 WIB

Beser atau Sering Tak Bisa Tahan Pipis? Waspadai Penyakit Serius yang Mengintai

Rita Puspita Rachmawati      - detikHealth
Ilustrasi toilet Foto: Getty Images/iStockphoto/Creative life, looking for speci
Jakarta -

Sebagian masyarakat mungkin menganggap beser atau ngompol adalah hal yang normal. Apalagi jika ini terjadi pada lansia. Namun, sebenarnya orang yang sulit menahan kencing harus waspada karena bisa jadi pertanda ada penyakit yang bersarang dalam tubuh.

Prof Dr dr Siti Setiati, Sp PD, KGer, M.Epid, dari Divisi Geriati Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM menjelaskan, beser dan mengompol kerap terjadi pada lansia, akibat penurunan fungsi fisiologis.

Normalnya pada lansia, seseorang kencing 5-6 kali sehari. Namun, jika seseorang mengalami gangguan menahan buang air kecil, bisa jadi ia buang air kecil lebih dari 8 kali sehari dan sering terbangun di malam hari.

Selain itu, lansia menjadi paling sering mengalami beser karena adanya penurunan kapasitas kantung kemih dan berkurangnya fungsi otot. Saat otot dasar panggul menurun fungsinya, akhirnya lansia sulit mengendalikan kencingnya.

"Daya tampung kencing normal 500 CC, kalau lansia paling 300-400 CC," ujar Dr Siti.

Pada lansia, penyebab sulit menahan kencing ini bisa disebabkan oleh penyakit multimorbiditas. Artinya, seorang lansia memiliki lebih dari 1 penyakit seperti stroke, darah tinggi, atau diabetes.


Pria usia dewasa

Selain lansia, mengompol atau sulit menahan kencing juga sering ditemukan pada pria dewasa. Penyebabnya banyak sekali, namun yang paling umum berkaitan dengan prostat.

"Penyebab paling umum pada pria antara lain obstruksi prostat jinak atau dikenal juga dengan Benign Prostate Hyperplasia (BPH), overactive bladder/detrusor overactivity, dan poliuria nokturnal," ujar Dr dr Nur Rasyid, SpU (K), dari Departemen Medik Urologi FKUI-RSCM.

"Penyebab lainnya yang perlu dipertimbangkan antara lain batu ureter distal, tumor kandung kemih, striktur uretra, infeksi saluran kemih, benda asing, disfungsi neurogenik kandung kemih, chronic pelvic pain syndrome (CPPS)/prostatitis kronik, dan underactive bladder/detrusor underactivity," lanjutnya.

Untuk mengatasi beser dan mengompol pada pria dan lansia secara umum dapat dilakukan dengan menggunakan diapers, menjaga berat badan agar sesuai dengan indeks massa tubuh yang ideal, menghindari atau mengurangi konsumsi kafein dan minuman manis, dan menjaga pola konsumsi cairan yang secukupnya.



Simak Video "Fasilitas Masih Jadi Masalah di Tengah Naiknya Kesadaran Cuci Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)