Kamis, 19 Agu 2021 22:03 WIB

Selandia Baru Diamuk Corona Sampai Lockdown Lagi, Ternyata Ini Pemicunya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Setelah berbulan-bulan 'bebas' dari kasus transmisi lokal, Selandia Baru kembali mengalami lonjakan infeksi COVID-19 yang disebabkan oleh varian Delta.

Sebelas kasus baru dilaporkan pada Kamis (19/8/2021), sehingga total kasus dalam beberapa hari terakhir adalah 21 pasien.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan berdasarkan pemeriksaan genome sequencing, kasus ini terhubung dengan kluster orang yang baru datang dari Sydney, Australia. Seorang warga Selandia Baru kembali dari Sydney dinyatakan positif varian Delta pada 7 Agustus lalu sebelum dipindahkan ke karantina pada hari berikutnya.

Setelah menjalani karantina di fasilitas karantina khusus, pasien tersebut akhirnya dipindahkan ke rumah sakit pada 16 Agustus.

"Ini adalah perkembangan yang signifikan dan berarti sekarang kita bisa cukup yakin bagaimana, dan kapan, virus masuk ke negara," katanya dikutip dari The Guardian, Kamis (19/8/2021).

"Berdasarkan pada hitungan waktunya, ada kaitan yang hilang, mungkin satu atau dua kasus, di antara si penumpang ini dengan kasus-kasus lainnya. Dan periode di mana pasien-pasien konfirmasi ini berada di tengah masyarakat ini tergolong singkat," lanjutnya.

Warga Selandia Baru telah hidup tanpa pembatasan dalam 6 bulan terakhir sampai pengumuman lockdown atau penguncian nasional dilakukan selama 3 hari pada Selasa (17/8/2021) setelah kasus baru ditemukan di kota terbesar Auckland, yang pertama di negara itu sejak Februari.



Simak Video "Sempat Adem Ayem, Selandia Baru Kini Diamuk Varian Delta Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)