Jumat, 20 Agu 2021 11:01 WIB

Punya Autoimun Lebih Baik Divaksin Moderna-Pfizer? Nggak Juga, Ini Kata Kemenkes

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Vaksin dosin ketiga atau booster diberikan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8). Vaksin yang diberikan adalah vaksin Moderna. Foto ilustrasi: Pradita Utama
Jakarta -

Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, menyebut vaksin COVID-19 dengan platform teknologi mRNA seperti Pfizer dan Moderna aman untuk digunakan pada pasien pengidap autoimun.

Meski demikian, sejatinya semua jenis vaksin COVID-19 yang ada saat ini bisa diberikan kepada pasien autoimun. Namun, pasien harus memiliki surat rekomendasi dari dokter.

"Tetapi ada yang memang tidak bisa, sehingga hanya dianjurkan diberikan vaksin yang platform mRNA seperti Pfizer dan Moderna," kata Nadia kepada detikcom, Kamis (19/8/2021).

Diketahui, sebanyak 1,56 juta dosis vaksin Pfizer telah tiba di Indonesia pada Kamis (19/8/2021) kemarin. Sementara 5,1 juta vaksin Moderna dari COVAX Facility telah dialokasikan untuk masyarakat umum.

Tak ada syarat khusus untuk penerima kedua jenis vaksin COVID-19 ini. Namun, khususnya bagi vaksin Pfizer, dr Nadia mengatakan vaksin tersebut akan diberikan kepada kelompok usia di atas 18 tahun.

"Hanya untuk usia 18 tahun ke atas dan ibu hamil ya," jelas dr Nadia saat dikonfirmasi, Kamis (19/8/2021).



Simak Video "Vaksin Moderna Jadi Primadona, Pakar Ingatkan Stoknya Terbatas"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)