Jumat, 20 Agu 2021 20:20 WIB

Bio Farma Pastikan Stok Vaksin Terdistribusi ke 34 Provinsi di RI

Erika Dyah - detikHealth
Sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia. Jutaan dosis vaksin itu selanjutnya akan dibawa ke Bio Farma Bandung. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Jakarta -

Indonesia kembali kedatangan vaksin tahap ke-41 merek CoronaVac dari Sinovac sebanyak 5 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi (finish product). Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara COVID-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto mengungkap melalui skema bilateral dengan Sinovac, Bio Farma akan mendapatkan 25 juta dosis sampai dengan akhir Agustus 2021 mendatang.

"Bio Farma kembali menerima vaksin COVID-19, dari Sinovac, AstraZeneca bantuan Kerajaan Belanda dan AstraZeneca bilateral dalam bentuk finish product, dari Sinovac sebanyak lima juta dosis, dan dari AstraZeneca baik dari bantuan Pemerintah Belanda maupun bilateral, masing-masing sebanyak 450 ribu dosis dan 567 ribu dosis," ujar Bambang dalam keterangan tertulis, Jumat (20/8/2021).

Ia menjabarkan sebelumnya pada Jumat (13/8) dan Senin (16/8), pihaknya telah menerima vaksin Sinovac masing-masing lima juta dosis. Dengan demikian, jumlah vaksin dari Sinovac dalam kemasan finish product yang sudah diterima sebanyak 15 juta dosis dari total 25 juta dosis.

"Kedatangan berikutnya direncanakan pada tanggal 23 Agustus 2021 dan 27 Agustus 2021, masing-masing sebanyak lima juta dosis, sehingga sampai akhir Agustus 2021 ini akan lengkap terkirim ke Bio Farma sebanyak 25 juta dosis," imbuhnya.

Ia mengungkap hingga Kamis (19/8) jumlah vaksin yang terdistribusi mencapai 111,84 juta dosis. Jumlah tersebut terdiri dari 3 juta dosis Coronavac, 85,97 juta dosis COVID-19 Bio Farma, 15,35 juta dosis AstraZeneca dengan skema COVAX, Bilateral dan Hibah sebanyak, serta 7,5 juta dosis Moderna.

Ia pun menyebutkan stok vaksin COVID-19 di Bio Farma sebanyak 11,8 juta dosis terdiri dari 1,8 juta dosis yang sudah rilis dan 10 juta dosis CoronaVac yang masih menunggu rilis. Sehingga, dengan kedatangan CoronaVac hari ini akan menambah jumlah stok vaksin menjadi 16.8 juta dosis.

Selain itu, pada Agustus ini Bambang mengatakan akan ada tambahan stok rilis vaksin COVID-19 yang diolah di Bio Farma sebanyak 8,4 juta dosis. Sementara pada September mendatang, akan ada lagi tambahan Vaksin COVID-19 Bio Farma sebanyak 23,3 juta dosis.

Menurutnya, vaksin-vaksin yang diterima tersebut akan didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia setelah melewati masa karantina dan proses sampling dan mendapatkan lot release dari Badan POM.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap lebih 200 juta rakyat Indonesia hingga akhir tahun ini.

"Jika masing-masing vaksinasi membutuhkan 2 dosis, maka dibutuhkan sekitar 400 juta dosis vaksin," sebutnya.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksin. Budi menyebutkan pada tahap ke-38, 39, dan 40, pemerintah kedatangan vaksin merek AstraZeneca lewat skema hibah dari Belanda sejumlah 450.000 dosis vaksin, vaksin merek Pfizer lewat pembelian langsung sejumlah 1.560.780 dosis, dan AstraZeneca lewat skema pembelian langsung sejumlah 567.500 dosis vaksin.

Ia mengungkap Vaksin Pfizer dengan merek COMIRNATY juga telah memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM pada 14 Juli 2021. Sehingga, vaksin ini bisa langsung distribusikan dan suntikkan kepada masyarakat.

"Ada 4 vaksin yang kita lakukan pembelian langsung, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax. Dari 4 merek vaksin ini, 3 di antaranya telah mengirimkan vaksinnya. Sinovac sejak Januari lalu, kemudian AstraZeneca dan Pfizer mulai dikirimkan pada bulan Agustus ini. Diharapkan, hingga akhir tahun ini, kita mendapatkan 50 juta dosis Pfizer dan 20 hingga 30 juta dosis AstraZeneca dari skema pembelian langsung," ucapnya.

Selain itu, ungkap Budi, ada juga skema kedatangan vaksin lainnya yakni skema multilateral lewat kerjasama GAVI/WHO.

"Sejauh ini lewat skema GAVI kita telah menerima vaksin AstraZeneca dan juga nantinya akan menerima Pfizer dan Sinopharm lewat skema serupa. Pfizer yang datang tadi siang sejumlah 1,56 juta dosis lewat pembelian langsung dan pada bulan ini juga akan terima 4,6 Juta dosis vaksin Pfizer lewat skema GAVI," terang Budi.

Ia menambahkan Indonesia juga menerima vaksin lewat skema hibah dari negara sahabat, salah satunya 450 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari Belanda.

"Yang dilakukan oleh pemerintah Belanda akan sangat bermanfaat bagi akselerasi program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, dan akan menjadi contoh, bahwa untuk bisa menyelesaikan pandemi ini, seluruh rakyat dunia harus memperoleh hak yang sama dalam mengakses vaksinasi," pungkasnya.



Simak Video "Pengolah Bulk Vaksin Covid-19 Bio Farma yang Dikejar Waktu "
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)