Sabtu, 21 Agu 2021 05:00 WIB

'Babak Belur' Afrika Barat Dihantam COVID-19, Virus Marburg, Ebola, H5N1

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
3D illustration. Genetic test in test tube. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti kondisi Afrika Barat yang 'dihantam' virus Marburg dan Ebola di tengah mewabahnya COVID-19. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terkait sistem kesehatan setempat, saat menghadapi begitu banyak wabah berbahaya.

Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti menyampaikan keprihatinannya. "Kami sangat prihatin dengan Afrika Barat," kata Moeti.

"Melawan banyak wabah adalah tantangan yang kompleks," sambung dia, dikutip dari Reuters Jumat (20/8/2021).

Ebola

Petugas kesehatan mulai memvaksinasi warga yang terpapar Ebola di ibukota Abidjan pada Senin lalu. Kasus virus mematikan tersebut kembali dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Pemerintah setempat mengungkap kasus Ebola tersebut berasal dari seorang gadis berusia 18 tahun yang baru bepergian dari Guinea.

Virus Marburg

Pekan lalu, otoritas kesehatan Guinea juga mengkonfirmasi virus Marburg, mirip dengan Ebola.

"Afrika menghadapi lebih banyak wabah penyakit menular setiap tahun daripada wilayah lain," kata Moeti.

Sistem kesehatan di Afrika Barat disebut lebih lemah daripada wilayah lainnya. Meski begitu, WHO tidak memberikan angka spesifik terkait berapa jumlah nakes atau tempat tidur untuk para pasien di seluruh wilayah Afrika Barat.

Sementara itu, data WHO menunjukkan Afrika Barat dalam sebulan terakhir mencatat jumlah kematian COVID-19 tertinggi sejak pandemi dimulai, dan kasus COVID-19 melonjak di Ivory Coast, Guinea, dan Nigeria.

Flu burung H5N1

Secara terpisah, Ivory Coast telah mengidentifikasi wabah flu burung H5N1 di dekat ibukota komersial Abidjan. Pemerintah setempat langsung mengambil langkah-langkah untuk mengekang penyebaran wabah tersebut.

"Menghadapi tiga wabah sekaligus, untuk sistem kesehatan apa pun, ini adalah situasi yang sangat sulit," jelas Mamadou Samba, Direktur Jenderal Kesehatan Ivory Coast, dalam konferensi pers.



Simak Video "WHO Konfirmasi Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Marburg"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)