Minggu, 22 Agu 2021 06:02 WIB

Round Up

5 Fakta ZyCoV-D, Vaksin DNA Pertama untuk COVID-19 Tanpa Suntikan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

India untuk pertama kalinya di dunia menyetujui vaksin COVID-19 berbasis DNA (deoxyribo nucleic acid), ZyCov-D. Diberikan dalam 3 dosis, vaksin ini tidak membutuhkan jarum suntik.

Ada beberapa perbedaan dan keunikan vaksin yang mengusung platform DNA tersebut. Berikut rangkumannya.

Diberikan dalam 3 dosis

Ada berbagai macam pengaturan dosis pada berbagai jenis vaksin COVID-19, umumnya diberikan dalam 2 dosis dan ada sebagian yang cukup 1 dosis. ZyCov-D merupakan salah satu dari sedikit vaksin yang diberikan dalam 3 dosis.

Efikasi dan keamanan

Riset interim yang dilakukan oleh Cadila Healthcare yang memproduksi vaksin ini menyebut 3 dosis ZyCoV-D bia mencegah penyakit bergejala hingga 66 persen.

Riset dilakukan terhadap 28 ribu relawan di lebih dari 50 sentra vaksinasi. Seribu di antaranya berusia 12-18 tahun, terbukti aman dan bisa ditoleransi pada usia tersbebut.

Fase ketiga vaksin ini dilakukan pada puncak gelombang kedua. Diyakini, hal ini me-reafirmasi efikasi vaksin terhadap strain virus yang bermutasi.

Cara kerja

DNA (deoxyribo nucleic acid) dan RNA (ribo nucleid acid) merupakan molekul yang membawa informasi genetik di dalam tubuh. Sama seperti vaksin lain, vaksin DNA mengajari sistem imun mengenali dan melawan infeksi virus tertentu.

ZyCoV-D mengandung plasmid atau cincin kecil DNA yang mengandung informasi genetik yang memerintahkan sel untuk membentuk spike protein. Spike adalah bagian virus yang digunakan untuk menempel dan memasuki sel manusia.

Vaksin DNA pertama

Ini adalah vaksin DNA pertama di dunia yang digunakan pada manusia untuk COVID-19. Beberapa vaksin DNA mendapat persetujuan di Amerika Serikat, antara lain untuk penyakit pada kuda dan kanker kulit pada anjing.

Tidak pakai jarum

Berbeda dengan vaksin suntik pada umumnya, injeksi Zycov-D tidak menggunakan jarum alias needle free. Sebagai gantinya, vaksin ini diberikan lewat dengan Pharmajet, yakni aliran bertekanan tinggi yang ditempelkan di permukaan kulit selama beberapa saat.

Diklaim bebas nyeri dan meminimalkan efek samping penyuntikan.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)