Rabu, 25 Agu 2021 14:42 WIB

Viral Vaksinasi Booster 'Gotong Royong' Berbayar, Kimia Farma Buka Suara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vaksin bukan jaminan membuat seseorang benar-benar kebal terhadap penyakit COVID-19. Kadang ada kasus saat seseorang yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro buka suara terkait viral vaksinasi berbayar membuka layanan vaksinasi tahap ketiga atau vaksinasi booster. Ia menegaskan hingga saat ini mengikuti aturan pemerintah untuk hanya menyediakan vaksinasi tahap pertama dan tahap kedua.

"Sampai sekarang kan vaksinasi booster hanya untuk nakes ya dan untuk vaksin gotong royong nggak ada. Kita mengikuti aturan pemerintah," jelas Ganti saat dihubungi detikcom Rabu (25/8/2021).

Kabar vaksinasi berbayar untuk vaksin booster viral di media sosial. Muncul sebaran yang mencantumkan sebuah klinik swasta membuka pelayanan vaksinasi booster dengan kisaran harga Rp 500 hingga 700 ribu. Booster tersebut menggunakan vaksin Sinopharm, jenis vaksin yang digunakan untuk Vaksin Gotong Royong.

Terkait sebaran viral tersebut, Ganti belum bisa mengkonfirmasi kebenarannya. Pihak detikcom sudah berusaha menghubungi klinik swasta yang diduga membuka vaksinasi booster, tetapi tidak ada tanggapan per Rabu (25/8/2021).

Hingga kini, vaksin COVID-19 booster hanya ditujukan untuk nakes, sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.01/1/1919/2021 tentang Vaksinasi Dosis Ketiga Bagi Seluruh Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang yang Bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Hal tersebut juga dikonfirmasi Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu. Ia menegaskan pemerintah hanya membuka vaksinasi booster untuk para nakes.

"Kebijakan kami dosis 3 hanya untuk nakes," jelas Maxi saat dihubungi terpisah, Rabu (25/8/2021).



Simak Video "Pandu Riono Desak Permenkes yang Atur Vaksin Berbayar Harus Dihapus"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)