Rabu, 25 Agu 2021 18:42 WIB

5 Fakta Vaksin Sputnik-V, Baru Disetujui BPOM RI dengan Efikasi 91 Persen

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Sputnik-V.

Menurut Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, sebagaimana proses pemberian EUA pada vaksin COVID-19 sebelumnya, pemberian EUA untuk Vaksin COVID-19 Sputnik-V telah melalui pengkajian secara intensif oleh Badan POM bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin COVID-19 dan Indonesia Tenchnical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Vaksin Sputnik-V ini diproduksi oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Russia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Berikut 5 fakta vaksin Sputnik-V.

1. Usia penerima

Dikutip dari laman resmi BPOM, vaksin Sputnik-V bisa didapatkan oleh masyarakat Indonesia mulai usia 18 tahun ke atas.

2. Interval

Vaksin ini diberikan secara injeksi intramuscular (IM) dengan dosis 0,5 mL untuk 2 kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 minggu.

3. Efek samping

Efek samping dari penggunaan vaksin COVID-19 Sputnik-V memiliki tingkat keparahan ringan atau sedang.

Kepala BPOM menjelaskan beberapa efek samping yang paling sering ditemui sebagai berikut.

  • Demam
  • Menggigil
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Badan lemas
  • Ketidaknyamanan
  • Sakit kepala
  • Hipertermia
  • Reaksi lokal pada lokasi injeksi

4. Efikasi

Vaksin Sputnik-V memiliki angka efikasi yang tinggi, yaitu 91,6 persen.

"Sementara untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin COVID-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6% (dengan rentang confidence interval 85,6% - 95,2%)," ujar Kepala BPOM.

5. Suhu penyimpanan

Vaksin Sputnik V termasuk dalam kelompok vaksin yang memerlukan penyimpanan pada kondisi suhu khusus, yaitu pada suhu -20°C ± 2°C.

(Rita Puspita Rachmawati/up)