Rabu, 25 Agu 2021 22:20 WIB

Gara-gara Drakor Hospital Playlist, Donor Organ di Korsel Meningkat

Syifa Aulia - detikHealth
donor organ untuk transplantasi Foto: thinkstock
Jakarta -

Drama Korea Selatan Hospital Playlist telah memasuki dua musim. Drama tentang medis ini sangat populer hingga banyak diminati oleh sebagian warga Indonesia. Dalam setiap episodenya, Hospital Playlist selalu menyisipkan kisah pasien dan keluarganya yang sedang di ambang batas antara hidup dan mati. Kisah-kisah itu selalu berhasil membuat penonton menangis.

Pada Hospital Playlist musim ke-2, kisah pasien yang membutuhkan donor organ selalu ditayangkan. Tayangan tentang donor organ tubuh dalam Hospital Playlist 2 itu ternyata menarik minat warga Korea Selatan untuk mendonorkan organ tubuhnya.

Menurut laporan Naver, berdasarkan keterangan Organisasi Donor Darah dan Organ Nasional di Korea Selatan, sebanyak 16.231 orang telah mendaftarkan diri sebagai donor organ.

Jumlah tersebut diambil dari data pada 1 Juli hingga 11 Agustus 2021, di mana angka tersebut naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama. Lebih lanjut, setelah episode 7 tayang, jumlah pendaftar donor organ bertambah sebanyak 7.042 orang hanya dalam seminggu. Angka itu juga mengalami peningkatan sebelas kali lipat dibanding tahun lalu.

Diketahui, dalam episode 7 menampilkan kisah seorang putra yang harus mengambil keputusan untuk menyetujui sang ibu untuk mendonorkan seluruh organnya. Dia baru mengetahui bahwa ibunya mendaftar sebagai donor organ. Dalam episode itu, dijelaskan juga tentang prosedur donor organ serta manfaatnya secara rinci.

Hospital Playlist terbukti membawa dampak positif bagi warga Korea Selatan, terutama dalam donor organ. Sebab pendaftar donor organ sempat menyusut akibat COVID-19.

Donor Organ di Indonesia

Di Indonesia sendiri belum ada lembaga resmi yang memfasilitasi donor organ tubuh, kecuali Bank Mata Indonesia. Menurut situs Bank Mata Indonesia, jumlah donor kornea mata di Indonesia masih sangat sedikit dibandingkan jumlah penduduk Indonesia. Padahal, jumlah pasien yang membutuhkan donor kornea mata sangat banyak.

Rendahnya minat donor warga Indonesia menyebabkan banyak pasien menerima donor kornea dari Srilanka, India, Belanda, dan Amerika Serikat. Salah satu faktor yang menyebabkan jumlah pendonor di Indonesia sedikit adalah masih menganggap hal itu bertentangan dengan ajaran agama.



Simak Video "Tanya Jawab dengan Psikolog soal Tekanan Sosial dan Bunuh Diri "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)