Kamis, 26 Agu 2021 07:01 WIB

Sosok Inspiratif

Cerita WA Jubir Kemenkes dr Nadia Di-hack, Minta Sumbangan ke Wartawan

Ayunda Septiani - detikHealth
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dr Siti Nadia Tarmizi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Suka duka dilalui dr Siti Nadia Tarmizi saat menjabat jubir vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML). Bagaimana tidak, di tengah kesibukannya, ada saja oknum yang mencoba mengambil alih nomor WhatsApp miliknya.

Kejadian nomor WhatsApp diretas terjadi beberapa bulan lalu. Para awak media yang biasa menghubungi dr Nadia, termasuk detikcom kala itu, menerima pesan dari nomor WhatsApp tersebut, disebutkan dr Nadia membutuhkan saldo pinjaman karena tertimpa musibah.

Belakangan terkonfirmasi jika nomor dr Nadia memang sedang di-hack. dr Nadia juga langsung menginformasikan kepada teman-teman wartawan untuk sementara waktu nomor yang biasa dihubungi tidak bisa dipakai.

"Aku pernah satu kali waktu itu WA aku di-hack orang, setelah itu aku dengan dukungan teman-teman Kominfo dibantu untuk mengembalikan akun aku dan kemudian ada proteksi. Jadi biar nggak mudah untuk di-hack kembali," beber dr Nadia saat berbincang dengan detikcom Selasa (24/8/2021).

"Orang sering menggunakan nama aku dan foto profil, walaupun itu sebenarnya bukan nomor aku. Makanya selalu mengatakan aku nggak pernah ganti-ganti nomor, nomor aku hanya ini saja," sambungnya.

Pemalsuan sampai 14 nomor

dr Nadia bercerita banyak sekali yang memakai foto profil dirinya, bahkan terhitung sampai 14 nomor. Satu hal yang ditakutkan, kejadian hack dan pemalsuan ini berujung pada percobaan meretas data-data.

Bahkan, datanya memang sempat dengan mudah diakses. Nadia kembali menegaskan dirinya tidak pernah mengganti nomor handphone atau WhatsApp.

"Supaya orang yakin bahwa aku tidak pernah ganti nomor, karena banyak sekali itu diidentifikasi hampir 12 sampai 14 nomor. Dan kadang-kadang mungkin mereka bisa mengakses sebagian data-data atau kenal-kenalan dari aku, itu yang ditakutkan," tuturnya.

"Itu ya jahat sekali ya, karena sampai ada 12 nomor ganti-ganti terus, bahkan pada waktu itu, yang bersangkutan sempat juga kirim ke aku lho. Kalau menurut informasi kominfo, itu pencurian data, dan bisa juga mengarah ke hal pidana lainnya," pungkas dr Nadia.

Insiden peretasan ini juga bikin dongkol para juru warta. Ketika update informasi vaksinasi COVID-19 begitu dinantikan, pesan yang masuk ke ponsel sebagian jurnalis malah minta sumbangan dari nomor seorang jubir Kemenkes.

Ada-ada saja!



Simak Video "Kemenkes: Varian Omicron Mulai Mendominasi Sejumlah Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)