Jumat, 27 Agu 2021 14:09 WIB

Penyebab dan Gejala Badai Sitokin Akibat COVID-19, Ini yang Perlu Diwaspadai

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Virus Corona Varian Delta Melonjak di RI, Ini Fakta-faktanya Mengenal penyebab dan gejala badai sitokin akibat infeksi COVID-19. (Foto ilustrasi: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Setiap orang yang pernah terinfeksi virus Corona perlu mewaspadai gejala badai sitokin. Pasalnya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kematian bagi pasien.

Tak hanya menyerang pasien yang masih dinyatakan positif COVID-19, badai sitokin juga bisa terjadi pada orang yang sudah negatif virus Corona. Contohnya, presenter Deddy Corbuzier yang terkenal memiliki pola hidup sehat mengaku hampir meninggal dunia karena badai sitokin.

Deddy Corbuzier menceritakan paru-parunya sempat rusak hingga 60 persen akibat badai sitokin. Padahal, ketika terinfeksi virus Corona, ia termasuk pasien tanpa gejala.

"Dengan kena badai Cytokine kalau pola hidup saya rusak dari dulu.... I will be gone...," tutur Deddy Corbuzier.

Apa saja gejala badai sitokin yang perlu diwaspadai?

Perlu diketahui, badai sitokin bukanlah suatu penyakit. Namun, ini merupakan kondisi ketika respons imun bekerja secara berlebihan dalam melawan infeksi penyakit, sehingga menyebabkan masalah serius hingga kematian.

Dikutip dari Very Well Health, ada begitu banyak gejala badai sitokin yang perlu diwaspadai. Terkadang gejala badai sitokin bisa terlihat sangat ringan seperti flu, namun dalam beberapa kasus gejalanya dapat berubah menjadi parah hingga menyebabkan kegagalan multiorgan.

Berikut beberapa gejala badai sitokin.

  • Demam dan kedinginan
  • Kelelahan
  • Lesu
  • Pembengkakan ekstremitas
  • Mual dan muntah
  • Sakit otot dan sendi
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Napas cepat
  • Kejang
  • Kesulitan mengkoordinasikan gerakan
  • Kebingungan dan halusinasi.

Selain itu, badai sitokin juga dapat menyebabkan tekanan darah menjadi sangat rendah dan peningkatan pembekuan darah. Dalam kondisi ini, fungsi jantung bisa menjadi terganggu.

Dampaknya, sejumlah sistem organ akan menjadi ikut terganggu dan berpotensi menyebabkan kegagalan multiorgan hingga kematian.

Selain gejala badai sitokin, kamu juga perlu mengetahui mengapa pasien COVID-19 dapat mengalami kondisi tersebut. Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "90% Pasien Kritis Covid-19 Alami Badai Sitokin"
[Gambas:Video 20detik]