Jumat, 27 Agu 2021 22:26 WIB

Efek Samping Vaksin Pfizer Apa Saja Sih? Ini Kata BPOM RI

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
DKI Jakarta sudah mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 jenis Pfizer, salah satunya bisa dilakukan di BPSDM Kemenkes.  Seperti apa suasananya? Efek samping vaksin Pfizer (Foto: Andhika Prasetya)
Jakarta -

Efek samping vaksin Pfizer disebut bisa ditoleransi dengan baik. Jenis vaksin mRNA yang satu ini memang sedang banyak diincar, sehingga tidak ada salahnya tahu kemungkinan efek sampingnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI saat menerbitkan Emergency Use of Authorization (EUA) pada 14 Juli 2021 menyebut bahwa secara umum keamanan vaksin buatan Pfizer-BioNTech asal Amerika Serikat ini bisa ditoleransi pada semua kelompok usia.

Efek samping vaksin Pfizer yang paling sering timbul antara lain:

  • nyeri pada tempat suntikan
  • kelelahan
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • menggigil
  • nyeri sendi
  • demam.

Relatif aman

Efek samping yang ringan membuat vaksin ini relatif aman digunakan pada kondisi immunocompromised seperti pengidap autoimun, komorbid berat, penyakit kronis, dan gangguan immunologi lainnya. Vaksin ini juga menjadi salah satu pilihan bagi ibu hamil dan menyusui.

Efikasi vaksin Pfizer

Vaksin dengan nama dagang Comirnaty ini digunakan dengan indikasi pencegahan COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 pada orang usia 12 tahun ke atas. Suntikan diberikan secara intramuskular 2 kali dengan interval 3 pekan, masing-masing dengan dosis 0,3 mL.

Berdasarkan uji klinis fase 3, vaksin Pfizer memberikan efikasi 95,5 persen pada usia 16 tahun ke atas, dan 100 persen pada anak-remaja 12-15 tahun.

Penyimpanan

Salah satu catatan yang diberikan oleh BPOM adalah bahwa vaksin ini membutuhkan spesifikasi penyimpangan ultra low temperature yakni minus 90 hingga minus 60 derajat celcius.

"Vaksin ini harus disiapkan oleh petugas kesehatan yang sudah dilatih menggunakan teknik tertentu dalam menangani rantai dingin, termasuk cara mencairkan dan mengencerkan vaksin sebelum disuntikan," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, drg Widyawati, MKM.

Pada suhu penyimpanan ultra beku, vaksin Pfizer memiliki shelf life atau waktu simpan selama 6 bulan. Namun jika disimmpan pada suhu 2-8 derahat celcius, shelf life berkurang menjadi 30 hari.



Simak Video "New Zealand Laporkan Kematian Pertama Berkaitan dengan Pfizer"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)