Senin, 30 Agu 2021 14:00 WIB

Kematian Corona Anak Naik Terus, Wamenkes Ungkap Gejala yang Kerap Diabaikan

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sebanyak 610 sekolah di Jakarta memulai sekolah tatap muka, salah satunya SDN 09 Pondok Kelapa. Para siswa pun menyambutnya dengan antusias. Mengantisipasi risiko infeksi COVID-19 pada anak. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan masih banyak orang tua yang belum paham tentang gejala COVID-19. Pasalnya, tak sedikit anak yang meninggal karena keterlambatan penanganan setelah terinfeksi virus Corona.

Menurut Dante, kebanyakan anak-anak yang terinfeksi virus Corona mengalami gejala seperti sedang terkena flu, kemudian nafsu makannya juga berkurang.

"Ketika mereka susah makan, kemudian mereka mempunyai gejala mirip flu diobati sebagai gejala sakit flu. Tetapi karena kondisi anaknya akhirnya sudah semakin parah baru orang tua sadar," kata Dante dalam konferensi pers KPAI Senin (30/8/2021).

Maka dari itu, Dante mengimbau para orang tua untuk lebih memahami gejala COVID-19 pada anak. Pasalnya, peran orang tua sangat penting untuk menekan kasus kematian akibat virus Corona pada anak-anak,

"Tidak menunggu anak itu kelihatan sesak dulu baru dibawa ke RS. Tetapi dari awal ketika anak demam, susah makan, diperiksakan ke dokter dibawa ke IGD sehingga nanti kita lihat angkanya tidak semakin naik pada anak-anak," imbaunya.

Dante menjelaskan saat ini tren kasus Corona pada anak tengah mengalami peningkatan. Kenaikannya sebesar 15 persen pada bulan Agustus 2021, meningkat 2 persen dari bulan Juli yakni 13 persen. Hal ini juga berdampak pada tingginya kasus kematian pada anak.

"Ternyata ketika kasus kematian pada usia dewasa sudah mulai menurun beberapa saat ini, tetapi kasus kematian pada anak belum terlalu menunjukkan proses penurunan yang signifikan," jelasnya.

Oleh karena itu, berikut ada sejumlah gejala COVID-19 yang bisa diwaspadai pada anak.

  • Demam atau meriang
  • Batuk
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Kehilangan indra penciuman
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Diare
  • Mual atau muntah
  • Sakit perut
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau tubuh
  • Hilangnya nafsu makan, terutama pada bayi berusia di bawah satu tahun.


Simak Video "Vaksinasi Tahap 3 Diharapkan Capai Target 1 Juta Suntik per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)