Senin, 30 Agu 2021 18:50 WIB

Sudah Molor Sebulan, Dioper Sana-Sini Belum Juga Dapat Vaksin Dosis 2

Vidya Pinandhita - detikHealth
Warga antre untuk melakukan vaksinasi di aula Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Utara, Kota Medan, Selasa (3/8/2021). Ratusan warga berdesakan untuk mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Utara. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/hp. Antrean warga ingin Vaksin COVID-19 (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)
Jakarta -

Sementara beberapa wilayah mengklaim cakupan vaksinasi sudah tembus 100 persen, masih ada warga di tempat lain yang mengeluh tak bisa mengakses vaksin COVID-19, baik dosis 1 atau 2. Mulai dari kendala domisili, nomor ponsel, hingga antrean membludak dan lokasi-lokasi vaksinasi kehabisan stok.

Salah satunya dialami Alipia Suci, warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gara-gara kehabisan stok, sudah hampir sebulan ia 'ngaret' tak kunjung mendapatkan vaksin COVID-19 dosis 2.

Alipia mendapatkan suntikan dosis 1 di pabrik tempatnya bekerja pada 17 Juli 2021 menggunakan Sinovac. Di sana, ia diarahkan untuk mendapat dosis 2 di Puskesmas terdekat lantaran vaksinasi dosis kedua bisa dilakukan di mana saja.

Namun saat mendatangi Puskesmas kawasan Cileunyi untuk vaksinasi kedua pada Rabu (25/8/2021), ia ditolak dengan alasan tak ada jadwal vaksinasi dosis 2 di lokasi tersebut. Alipia kemudian diarahkan ke RS, namun ditolak lagi dengan alasan merek vaksin yang tersedia berbeda dengan dosis pertama yang Alipia terima.

Bibinya yang ingin mendaftar untuk dosis 1 pun ditolak dengan alasan lokasi tersebut sudah penuh.

"Saya mau divaksin kedua di RS daerah Cileunyi. Saya ke sana sama bibi juga sama mau divaksin, tapi bibi saya vaksin pertama. Sebelum ke RS, saya tanya dulu ke Puskesmas. Katanya, nggak ada jadwal. Terus saya diarahkan ke RS. Sama saja (di RS) kata pihak Puskesmas," terang Alipia pada detikcom, Senin (30/8/2021).

"Pas datang (di RS), saya dicegat sama petugas. (Ditanya) 'maaf mau vaksin apa?' Saya bilang, vaksin kedua. Katanya nggak bisa, harus di tempat vaksin sebelumnya (dosis 1). Padahal di pihak pabrik juga dibilang kalau vaksin ke-2 bisa di mana saja. Yang bikin saya dongkol, petugasnya bilang vaksinnya beda (merek), terus nggak ada lagi vaksinnya," lanjutnya.

Alipia mengaku, ia sama sekali tak diarahkan pihak rumah sakit dan Puskesmas perihal kelanjutan vaksinasi COVID-19. Namun menurut pihak rumah sakit, Alipia harus menunggu sekitar 7 hari hingga stok vaksin COVID-19 Sinovac tersedia lagi. Ia tak sempat diberi tahu pihak rumah sakit merek vaksin yang tersedia di RS tersebut.

Hingga kini, Alipia juga tidak menerima notifikasi SMS dari 1199 berisi tautan seritfikat dan jadwal vaksinasi kedua. Ia berinisiatif mendatangi Puskesmas pada 25 Agustus 2021 mengikuti arahan dari pihak vaksinasi dosis pertamanya. Namun kini, ia takut kalau mendatangi Puskesmas wilayah lain, ia akan disuruh untuk mengulang vaksinasi dosis 1.

"Katanya kalau telat benar harus ngulang lagi (vaksinasi dosis 1)," ujarnya.

"Belum (mendatangi Puskesmas lain lagi). Takut disuruh suntik yang pertama lagi (dosis 1). Yang pertama saja efeknya sama tubuh lemas, terus pengen makan terus lagi," pungkas Alipia.

Punya pengalaman dan keluhan soal susahnya cari vaksin COVID-19? Ceritakan di komentar ya, atau kirim ke redaksi@detikhealth.com



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)