Senin, 30 Agu 2021 20:31 WIB

Baru 8 Provinsi Ini yang Punya Positivity Rate COVID-19 Sedang, Lainnya Tinggi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
DKI Jakarta sudah mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 jenis Pfizer, salah satunya bisa dilakukan di BPSDM Kemenkes.  Seperti apa suasananya? Foto: Andhika Prasetya
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap positivity rate di Indonesia masih jauh dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 5 persen. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk tidak euforia soal catatan kasus COVID-19 terkonfirmasi setiap hari.

Hal itu dikarenakan jumlah testing COVID-19 juga ikut menurun terutama di akhir pekan dan hari Senin, karena ada sejumlah lab yang libur. Budi melanjutkan, baru 8 provinsi yang positivity rate-nya masuk kategori sedang, termasuk DKI Jakarta.

"Karena kita sudah terburu-buru, lupa bahwa penularan sebenarnya masih tinggi, angka yang paling bagus dipegang adalah positivity rate. Jadi oh kasus konfirmasi sedikit, tapi gara-gara testingnya sedikit positivity ratenya masih tinggi, jadi angka ini sulit dimanipulasi," ungkap Menkes Budi dalam konferensi pers PPKM Senin (30/8/2021).

DKI Jakarta 8,11 persen
Papua Barat 10,49 persen
Maluku 11,29 persen
Banten 11,51 persen
Sulawesi Tenggara 12,63 persen
Kalimantan Timur 13,92 persen
Maluku Utara 14,11 pesen
Kepulauan Riau 14.17 persen

"Kalau misalnya angka 40 persen, ya artinya setiap kita tes 10, 4 masih tertular itu masih tinggi. Yang lainnya (di luar 8 provinsi) masih relatif tinggi karena di atas 15 persen. Nasional rata-rata 12,8, per hari ini 8 persen," kata dia.

"Kasus konfirmasi setiap Sabtu, Minggu, Senin pasti lebih rendah karena hari libur. Kita sesuai dengan aturan WHO rata-rata melihatnya 7 hari," pungkasnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)