Waspada Varian Baru Corona C.1.2 Bisa Hindari Antibodi, Ini Peringatan Peneliti

ADVERTISEMENT

Waspada Varian Baru Corona C.1.2 Bisa Hindari Antibodi, Ini Peringatan Peneliti

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 31 Agu 2021 09:32 WIB
Jakarta -

Sejumlah ilmuwan asal Afrika Selatan meyakini varian C.1.2 berpotensi lebih mudah menular dibanding varian-varian Corona lainnya. Namun di samping itu, para ilmuwan belum bisa membuktikan bahwa varian ini lebih berbahaya dibanding varian lain, termasuk Delta.

Strain C.1.2 pertama kali diidentifikasi oleh para ilmuwan di Afrika Selatan pada Mei 2021. Semenjak itu, varian ini juga ditemukan di Inggris, Cina, Republik Demokratik Kongo, Mauritius, Selandia Baru, Portugal, dan Swiss.

Para ahli di Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan dan Platform Inovasi dan Sekuensing Penelitian KwaZulu-Natal meyakini, galur C.1.2 memiliki tingkat mutasi sekitar 41,8 mutasi per tahun, hampir dua kali lipat tingkat mutasi global saat ini yang terlihat di Variant of Concern (VOC) yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lainnya hingga saat ini.

Ada kemungkinan bisa menghindari antibodi

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menelaah dampak fungsional dari mutasi ini. Akan tetapi, para ilmuwan memperingatkan bahwa varian C.1.2 bermutasi secara substansial dan berpotensi membantu virus menghindari antibodi dan respons imun.

"Meskipun impor penuh dari mutasi belum jelas, data genomik dan epidemiologis menunjukkan bahwa varian ini memiliki keunggulan selektif dari peningkatan penularan, pelepasan kekebalan, atau keduanya," tertulis dalam laporan oleh jurnal Nature, dikutip dari Mirror, Selasa (31/8/2021).

"Data ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk memfokuskan kembali respons kesehatan masyarakat di Afrika Selatan untuk menekan penularan. Tidak hanya untuk mengurangi rawat inap dan kematian tetapi juga untuk membatasi penyebaran garis keturunan ini dan evolusi virus lebih lanjut," lanjutnya.

(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT