Rabu, 01 Sep 2021 09:01 WIB

Round Up

Gempar Data Pengguna eHAC Bocor: PeduliLindungi Aman, Uninstall eHAC Lama!

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Heboh kabar data 1,3 juta pengguna Electronic Health Alert Card (eHAC) buatan Kementerian Kesehatan diduga bocor. Kemenkes menyebut dugaan kebocoran data berada di pihak mitra dan tengah ditindaklanjuti pemerintah.

Para peneliti siber sebelumnya menduga, kebocoran data tersebut terkait ID pengguna berisi nomor KTP, paspor, hasil tes COVID-19, alamat, nomor telepon dan nomor peserta rumah sakit, nama lengap, tanggal lahir, pekerjaan, dan foto.

"Dugaan kebocoran data di eHAC yang lama kemungkinan diakibatkan adanya dugaan kebocoran di pihak mitra," beber Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI dr Anas Ma'ruf MKM dalam konferensi pers Kemenkes RI Selasa (31/8/2021).

"Dan ini sudah diketahui oleh pemerintah dan saat ini pemerintah sudah melakukan tindakan pencegahan serta melakukan upaya lebih lanjut dengan melibatkan Kemenkominfo dan pihak berwajib terkait dengan amanat peraturan pemerintah No 71 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik," sambungnya.

Ia menyebut sesuai SE Kemenkes tentang digitalisasi dokumen kesehatan bagi pengguna transportasi udara yang terintegrasi dengan PeduliLindungi, aplikasi eHAC yang lama sudah tidak digunakan sejak Juni 2021.

PeduliLindungi masih aman dipakai?

Anas menegaskan dugaan kebocoran data eHAC tidak terkait dengan eHAC pada PeduliLindungi.

"Itu tidak terkait dengan data yang di PeduliLindungi, itu sudah dijamin keamanannya sedang upaya melakukan mitigasi dan audit forensik bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait," ujar Anas dalam konferensi pers, Selasa (31/8/2021).

"Sekarang eHAC yang dgunakan adalah eHAC yang berada dalam aplikasi PeduliLindungi, perlu saya sampaikan ahwa eHAC yang ada di PeduliLindungi infrastukturnya berada di pusat data nasional dan terjamin pengamanannya didukung Kominfo," lanjutnya.

Lantaran eHAC lama sudah dinontaktifkan, masyarakat diminta untuk menghapus aplikasi tersebut dan mengunguh aplikasi PeduliLindungi.

"Pemerintah meminta masyarakat mendownload PeduliLindungi dan memanfaatkan eHAC yang sudah terintegrasi. Pemerintah meminta untuk menghapus, menghilangkan, dan meng-uninstall aplikasi eHAC yang lama," pungkas Anas.

(vyp/up)